Sabtu, 31 Desember 2011

Moody (2)

Saya menyadari, saya tipe orang yang mudah berubah mood. Agak males sih dengan sifat saya yang gini. Karena pada dasarnya, saya memahami, pada saat seseorang moody (murung) yang paling mungkin adalah karena sedang turun rasa syukurnya (detil artikelnya di sini). Padahal, kalau saja dia mau selalu positif thinking pada satu hal atau lebih, nyaris tidak akan ada waktu untuk murung. IMHO. Nah, berhubung demikian, saya jadi sering males kalau mood saya sedang turun. Tips pribadi sih, jika rasa itu menyerang, saya harus cepat-cepat mengingat-ingat semua hal atau paling tidak satu saja hal yang sederhana tapi itu sangat layak disyukuri. Dengan begitu, saya bisa dengan mudah mengurangi rasa moody yang datang. Saya rasa teman-teman bisa memakai tips simpel ini, tapi kalau ngga berhasil juga jangan tuntut saya yah, hehe..

Ngomong-ngomong soal mood, akhir-akhir ini saya iseng membuat emoticon mood. Berawal dari satu emote, akhirnya makin ingin buat mood-mood yang lain atau ekspresi lain dengan tetap memakai satu tokoh, yang saya namai : si Senyum. Padahal emotnya ngga selalu senyum haha.. :p

Anyway ini kumpulan emotenya,


Terus terang dengan amat sangat jujur dan bangga, kenapa bangga? karena untuk emoticon ini saya terinspirasi oleh @masova, dengan ikon games ciptaannya Parampaa, nan terkenal itu.. Games ridle (teka-teki) yang menuntut kecerdikan.. :) (makasih yaa..)

Bukan ngga mungkin ini jadi emote andalan saya.. Just for fun! Sementara, salah satu emote si Senyum sudah dipakai oleh salah satu akun twitter @KitaTersenyum. Jangan lupa follow yaa.. :D


Salam ceria dunia maya,
@dianmartiandani



Kamis, 22 Desember 2011

Pretty Little Liars

Saya percaya, banyak dari manusia di bumi ini mempunyai dark side alias sisi rahasia yang ingin "dirapikan"-nya. Saya terpikir ini lagi setelah melihat serial tv Pretty Little Liars yang lagi hangat di Amerika Serikat. Diangkat dari buku serial dengan judul yang sama, karangan Sara Shepard. Ada yang pernah dengar? Atau malah ngikutin serialnya? Yang saya tahu, harus langganan tv kabel dulu supaya bisa nonton serial ini, tepatnya di channel ABC Family, di bawah Disney Group. Sebenarnya bukan mau mereview serial tv ini sih, tp izinkan saya menceritakan empat tokoh ceritanya ya.. Awal tahu ada serial tv ini bukan karena lihat tayangan iklannya di TV, bukan, wong di rumah aja ngga punya tv hehe.. tapi dari iseng-iseng menjelajah situs Youtube, lalu terdampar di salah satu video singkat tentang serial tv ini. Akhirnya malah penasaran..

Secara garis besar cerita Pretty Little Liars tidak jauh dari judulnya, persahabatan 4 remaja cantik di satu sekolahan di kota Rosewood, yang mempunyai rahasia masing-masing, yang ingin ditutupi dengan berbagai kebohongan. Sebenarnya persahabatan mereka awalnya terdiri dari 5 orang, tapi di saat rahasia mampu mereka simpan rapi, tiba-tiba satu dari mereka berlima menghilang secara misteri, dan sejak saat itu, mulai muncul teror oleh satu sosok yang tak diketahui, yang menginisialkan diri "A" mengancam akan membongkar rahasia mereka, bahkan mereka berempat mulai mendapat tuduhan bahwa mereka lah yang membunuh satu sahabat mereka itu. Mereka berempat adalah : Aria Montgomery (diperankan Lucy Hale), Spencer Hastings (diperankan Troian Bellisario), Hanna Marin (diperankan Ashley Benson), dan Emily Fields (diperankan Shay Mitchell), terakhir sahabat yang menghilang secara misterius itu bernama Alison DiLaurentis (diperankan Sasha Pieterse). Benar, serial tv yang diangkat dari buku cerita berseri ini memang mengangkat jalan cerita misteri yang menuntut rasa penasaran, bahkan di beberapa adegan menunjukkan beberapa petunjuk siapa pelakunya, agak-agak berbau detektif. Menarik.


Pemeran Aria, Hanna, Spencer, dan Emily

Rahasia-rahasia mereka masing-masing antara lain, sebuah hubungan percintaan seorang murid dengan guru muda mereka dan mempunyai adik yang suka mencuri (klepto), rahasia ini dimiliki Aria. Sebuah hubungan percintaan rahasia seorang adik yang menyukai kekasih kakaknya, rahasia ini dimiliki Spencer. Bersusah payah memelihara penampilan dan penyakit bulimia yang dirahasiakannya, rahasia ini dimiliki Hanna. Terakhir, rasa cinta pada seorang Alison yang dirahasiakannya dari teman-teman dan orangtua sendiri, rahasia ini dimiliki oleh Emily. Yes, Emily menyukai Alison bukan sekedar seorang teman.

Lalu kita, saya, dan setiap orang kebanyakan, saya percaya juga menyimpan rahasia yang memang ingin disimpan rapi. Setidaknya satu, dan yang membedakan adalah kadar bahaya dan kerugian yang ditimbulkannya. Saya secara pribadi menghargai tiap sisi rahasia yang dimiliki orang lain yang memang ingin disembunyikannya. Secara sadar memaklumi, karena setiap rahasia bagi saya adalah keniscayaan, selagi tidak mengakibatkan satu bahaya atau kerugian bagi orang-orang disekitarnya kelak, misalnya : penyakit yang kita malu mengakuinya atau keadaan keluarga yang kita tutup-tutupi tapi disisi lain harus menikah, tentu saja jika terus dirahasiakan ini akan merugikan pasangannya kelak.

Well, karena rahasia adalah keniscayaan, selamat menyimpan rahasia itu teman..   Jagalah selagi itu tidak merugikan siapapun, dan cukup menjadi rahasia berdua dengan Sang Pencipta. Ada yang mempunyai pendapat lain?



Selasa, 20 Desember 2011

Menjadi diriku ataupun dirimu..

Beberapa kali mengalami situasi, menghadapi beberapa teman yang benar-benar membuat saya banyak belajar untuk mengendalikan lisan dan ego. Sungguh. Siapapun tahu masing-masing orang mempunyai karakter yang beda-beda. Where-ever we live on this planet, pasti akan menghadapi perbedaan karakter. Tulisan saya sebelumnya yang menyinggung soal jadi diri sendiri apa adanya ada di sini. Ngga salah kok kita membanggakan diri kita apa adanya. Tapi tentu bukan sembarang apa adanya yang tanpa memandang situasi, kondisi, dan tanpa pengendalian diri. (alm KH Zainuddin MZ mode) *serius* Seperti halnya kita melakukan satu hal atau menunjukkan satu sikap, sudah pasti punya alasannya masing-masing. Tulisan tentang ini ada di sini.

"Di antara jutaan ciptaanNya yang bernama manusia,
aku hanya ingin menjadi  diri sendiri.
Yang terus belajar mendengar dengan hati.."


Siapapun, teman-teman, termasuk saya, pasti menginginkan pertemanan yang jujur, tulus, dan penerimaan apa adanya. Tapi sepertinya saya berkali-kali ditegur oleh situasi yang membuat saya termenung, bahwa untuk mendapatkan atau memberikan pertemanan yang seperti itu perlu semacam kesungguhan. Saya tidak ingin muluk-muluk. Alasan dalam tiap sikap yang tampak itulah yang akan menjadi sopir menuju tujuan dalam bersikap. Kita bisa menyebutnya dengan "niat". Lagi-lagi kita tahu, kepastian dari hal itu hanya pelaku dan Sang Pemilik nyawa yang mengetahui. Tapi, untuk menampakkan kejujuran, ketulusan, dan penerimaan apa adanya ini hanya akan dimiliki oleh kesungguhan. Mengapa harus malu? Mengapa harus takut? Mengapa harus pura-pura? Mengapa harus marah? Di saat apa yang kita lakukan telah sedemikian kita pertimbangkan sebab akibatnya, dan dengan upaya kejujuran, ketulusan, dan penerimaan apa adanya tadi.

Ketika menghadapi situasi dan kondisi yang memancing ketidaknyamanan pada hati, saya hanya berusaha memilih untuk berkata baik atau DIAM (tulisan tentang ini ada di sini) dan perlu mengasah emosi lagi untuk menempatkan situasi marah pada tempatnya. Karna si pemarah bukanlah orang yang sekedar bisa marah-marah seenaknya, meski makna yang umum demikian. Pahamilah bahwa marah juga perlu. Lucunya saya pernah menemui orang yang dengan susah payah menampilkan sosok anggun, bukan tipe pemarah, tapi ketika saya singgung soal sikap tidak berpendirian (plin plan) tiba-tiba marah, akhirnya saya cukup memahami teman tersebut. Mungkin dia belum seutuhnya menjadi diri apa adanya, mungkin dia masih perlu waktu lagi untuk menemukan jati dirinya sendiri, dan hal ini pantas untuk saya dan teman-teman jadikan sebuah ilustrasi jendela, bukan lagi cermin yang hanya melulu melihat diri, tapi juga membuka jendela itu untuk melihat apa yang ada di baliknya, beragam manusia.


Masih perlu belajar lagi, selalu..

Sabtu, 17 Desember 2011

Benerin genteng? Why not.

Adik laki-laki ibu datang dari Yogja. Beliau hendak menghadiri satu acara di Jakarta. Karena beliau adik laki-laki ibu, otomatis beliau adalah om saya. Di Jakarta beliau sedang ada semacam penyegaran atau pengarahan yang berhubungan dengan radiologi dari BAPETEN, Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Wuih, canggih bener ya kesannya. Beliau seorang dokter di Yogja, spesialisasi radiologi, dan saya memanggilnya, Om Anto. Seorang yang sangat-sangat berjasa untuk keluarga, karena beliau pula yang membantu biaya kuliah adik saya di kampus gajah duduk di Bandung. (semoga ngga ada mahasiswa ITB yang baca hehe..)

Jelas ini bukan atap rumah saya.. hehe..


Lalu, kehadiran Om Anto ini apa hubungannya sama genteng? hehehe.. Setelah menjemput beliau di stasiun Gambir pukul 8-9 pagi, saya mengantarnya sekaligus memandu beliau menuju lokasi acara, di hotel Peninsula Slipi. Terbilang daerah yang tidak asing buat saya. AlhamduliLlah, tidak ada istilah tersesat, kecuali macet seperti biasa. Setelah sampai di lokasi, saya mengarahkan jalur pulang pada beliau, menyarankan taxi yang bisa dipercaya, menyarankan tips naik taxi (kaya yang sering naik taxi aja!), dan daerah-daerah yang bakal dilewati menuju rumah di kebon jeruk, kemudian saya pamit dan kembali ke aktivitas pribadi. *cium tangan*

Hubungannya dengan genteng tersebut adalah..... ketika Om Anto telah sampai di rumah setelah acara hari pertama beliau selesai, beliau tidak lama duduk di ruang depan, ngobrol dengan ibu soal bocor padahal genteng  belum lama diperbaiki oleh tukang panggilan, dan beliau sama sekali belum ganti baju, langsung naik genteng! Saya cuma bengong, lihat om Anto yang langsung manjat-manjat dan dengan entengnya berkata, "Lha itu genteng'e geser ngono.." Sambil menunjuk rentetan genteng yang bermasalah. Sret sret.. beliau sudah mencungkil-cungkil dan seterusnya. "Tuku semen, yan." Perintah beliau untuk membeli semen, saat itu juga! Akhirnya, sore itu, tepatnya senja itu, saya berduet dengan Om Anto untuk membereskan genteng yang geser dan menghasilkan lubang cukup lebar, cukup membuat air langit langsung terjun ke dalam. Fyuh~

Pelajaran berharganya, ternyata kebocoran yang dihasilkan genteng geser tersebut bukanlah masalah yang rumit dan sulit seperti dalam bayangan saya, terutama bagi saya sebagai seorang makhluk bernama perempuan. Sungguh, saya mendapatkan pelajaran bagaimana cara benerin genteng. Serius, saya bersyukur! (yang jadi suami saya kelak dapat bonus ini nanti, haha..)

Pelajaran berharga selanjutnya, JANGAN MENUNDA satu hal, setidaknya mencoba sebelum memutuskan saya tidak bisa. Malu juga sama Om yang masih lelah dari Yogja sejak pagi, lalu mengikuti acara sampai sore, kemudian masih melanjutkan pula membereskan genteng biang bocor itu. Semoga Allah membalas kebaikan beliau dan memberkahi beliau, aaamiin..

Lha terus dua adik cowok saya kemana? Satu kerja di Bandung, satu lagi kerja di pelosok hutan Kalimantan.. Oleh karena itu, sayalah yang digembleng untuk jadi perkasa di sore itu.. T.T

Salam hangat dunia, selamat berakhir pekan.. :)
@dianmartiandani

Jumat, 16 Desember 2011

Hari Jumat-ku..

Hari jumat adalah hari raya nya umat Islam di satu pekan. Bukan hari-hari lainnya lantas tak baik, tapi memang Yang Esa mengistimewakan hari jum'at dengan segudang berkah, eh kekecilan ya kalo hanya gudang, hmm.. oke, jutaan berkah, yang salah satunya seperti yang dikabarkan utusanNya, rasul Muhammad shalallahu alaihi wasallam, "Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya" (HR Bukhari - Muslim


Selalu merindu hari Jum'at..

Satu perjalanan yang menyenangkan bagi saya, yang saya lakukan di hari jumat, salah satunya adalah menghadiri tahsin Qur'an. Aktifitas rutin saya yang saya lakukan beberapa bulan lalu. Berangkat jam 11 pagi, dengan berganti tiga kali angkutan umum, adalah satu hal yang menyenangkan bagi saya. Menunggu beberapa menit angkutan metromini yang lewat itu satu hal yang biasa saja, tapi begitu armadanya lewat, ada rasa senang yang tak tergambarkan, lupa telah lelah berdiri, saya menyebutnya bentuk syukur kepada si sopir, sama-sama pencari rizki. Begitu sampai satu titik, harus berganti lagi untuk melanjutkan perjalanan menuju satu titik yang lain untuk berganti satu angkutan umum terakhir sampai tujuan, angkot berwarna biru bernomor 102 tujuan Parung Bingung - Depok.


Sampai di tempat tujuan adalah hal yang sangat membahagiakan, bertemu dengan ustadzah yang luar biasa, seorang hafidzah, istri sholehah, dan seorang umm (ibu) dari 3 laki-laki hafidz, dan 1 laki-laki kecil yang lucuu.. :) Biasanya, sampai di tujuan sekitar jam setengah satu lewat (banyak) hehe.. 2 jam lebih adalah perjalanan yang menyenangkan untuk hal ini.. menikmati pengamen yang suaranya bagus sampai yang sangat ala kadarnya, menjadi kesempatan mengasah keikhlasan.. Dengan keadaan perjalanan yang jauh, alhasil jika saya belum makan siang sebelum berangkat karena merasa belum lapar, membuat saya kelaparan sampai sana hehe.. bukan mengharap dihidangkan makan siang, tapi ummi memang selalu menyuruh makan walau kita sudah makan, minimal makan lauknya saja atau menemani beliau di meja makan. Aktifitas sebelum pelajaran tahsin dimulai. Ini sangat menyenangkan. Segala puji bagiMu ya Allah..

Teman-teman peserta tahsin lain mana? Ngga ada, hehe.. Soalnya menurut ummi saya sudah tertinggal dan supaya fokus dengan tahapan saya, sedangkan tidak ada jadwal lain selain hari Jum'at, what a day! ^^ Oh, ada satu teman tahsin, ya, hanya kami berdua pesertanya, namanya Oki, seorang mahasiswi UI yang hadir tahsin sepulang kuliah, langsung dari kampus. Lalu tahsin akan selesai pada pukul 4, karena di pukul 3 lewat, laki-laki kecil ummi akan sampai rumah sepulang sekolah dengan tanda teriakan seturunnya dari mobil, "Ummiiii...." dan itu akan cukup membuat konsentrasi ummi terbagi. Perjalanan pulang pun akan sangat saya nikmati, senikmat saya melakukannya saat berangkat.. :) dan teman satu-satunya di pelajaran tahsin itu mendoakan ketika tahu saya harus menempuh waktu 2 jam untuk sampai tujuan, "InsyaaLLah akan Allah ganti dengan pahala yang banyak, mbak.." Aaamiin..

Nah, itulah satu aktifitas hari jumat saya yang menyenangkan, baik di perjalanannya, apalagi proses belajarnya. JazakiLlahu khaira jaza, ummu Syafiq.


----


Selamat berakhir pekan,
@dianmartiandani

Senin, 12 Desember 2011

Stop Merokok, yuk!

Saya berusaha memahami betapaaa susahnya berhenti merokok itu. Sebagiannya ingin berhenti tapi susah karena efek yang dirasakan saat berusaha berhenti itu, mulut ngga enak, risik, bahkan stres! Sebagian lagi memang ngga ingin berhenti karna merasakan efek "positif" dari merokok, katanya memberikan ketenangan, inspirasi mudah datang saat merokok, dan lain-lain yang menurut saya pribadi itu sekedar sugesti, karena secara logika 200 zat racun yang terkandung di dalamnya tidak mungkin memberikan efek positif selain perasaan nyaman yang semu. Correct me if i'm wrong.

Saya mempunyai dua saudara yang merokok, dan seorang ayah yang merokok dengan sangat aktif. Dengan sedih dan lebih sering 'mengalah' untuk tidak banyak memarahi mereka, sekedar menyarankan beberapa hal yang bisa membuat mereka berhenti, tapi, yah, begitulah.. Satu kesepakatan, kalau mau merokok silahkan merokok dipojokan sendirian, isap racunnya sendirian, jangan biarkan asapnya dengan mudah dihirup oleh saya atau ibu, atau siapapun deh..

Jadi, hari ini saya mencoba ikutan kompetisi desain kampanye anti rokok yang diadakan oleh Komunitas Anti Rokok Indonesia (KARI). Meski hasil melirik mbah google untuk memancing inspirasi sebelum memulai desain, tapi saya tidak terlalu kecewa dengan hasilnya, walau belum terlalu puas juga. Ketahuan amatirnya.. ~_~

Ini dia desain (poster) yang saya ikut sertakan,

Poster kampanye anti-rokok
Semoga meski nanti desain ini tidak menang, saya tetap berharap desain ini bisa tersebar, terbaca, dan mengetuk semangat teman-teman perokok untuk berusaha berhenti, berhenti meracuni diri, berhenti meracuni anak-anak di sekitar kita, saya hanya bisa memberi semangat dari hati yang paling dalam, sungguh...

Salam hangat dunia,
@dianmartiandani


Minggu, 11 Desember 2011

Cinta itu, harus SABAR.

Allah menciptakan manusia dengan perbedaan dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Kita tahu kedua jenis ini memiliki perbedaan karakter yang amat sangat mendasar, yg sangat berbeda. Walau kita mungkin tidak menyadari perbedaan itu karena kita fokus dengan diri sendiri atau kita memang mengabaikan perbedaan-perbedaan itu dan asyik begitu saja bergaul dengan teman laki-laki, saudara laki-laku, ayah, suami, dan lain-lain. Asyik dalam artian tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut. Padahal tanpa sadar, kita sering mengeluhkannya juga.
"Hiih, cowok tuh ya, ngga bisa apa ngerti perasaan perempuan, cuek banget sihh..." 
Padahal bagi laki-laki mungkin kita sebagai wanita ngga sadar, bahwa itu bukan cuek, tapi dalam pola pikir laki-laki mereka hanyalah mengambil sikap solutif, kitalah yang menangkapnya berbeda, "Ya sudah, gimana kalo kita bla bla bla, daripada kepikiran terus sama bla bla bla.. ngga nyelesain masalah.." Kurang lebih begitu lah ya.. :)

Lalu, dari judul di atas, saya bukannya ingin membahas soal percintaan terhadap makhluk bernama lelaki. Tapi lebih kepada secara umum. Tidak hanya cinta seorang istri terhadap suami, atau sebaliknya. Tapi juga seorang sahabat terhadap sahabatnya, seorang ibu kepada anaknya, seorang anak kepada orang tuanya, seorang kakak terhadap adiknya, dan lain-lain.

Manusia memang diberi Sang Pencipta dengan perangkat dalam diri yang disebut dengan hawa nafsu, suatu dorongan atau kehendak diri (jiwa, seseorang), yang dengan perangkat itu, hubungan percintaan antar manusia memerlukan perjuangan, usaha khusus untuk mempertahankan cinta agar tumbuh berkembang menjadi satu kekuatan, sebagai bekal semangat hidup manusia. Begitulah yang saya tangkap dari penjelasan pak Anis matta, seorang politisi yang romantis lewat tulisan-tulisannya tentang cinta.

(taken from google randomly)

Setiap manusia memiliki sisi egoisme, tapi yang membedakan adalah kadar dan satu perjuangan yang dilakukan untuk mengendalikan rasa egois yang ada.Sangat-sangat perlu kesadaran bahwa rasa egois adalah keniscayaan, dan saat itulah kata cinta membutuhkan perjuangan, saat itulah kalimat aku mencintaimu membutuhkan perjuangan. Butuh pembuktian. Sekali lagi, bukan hanya untuk seorang wanita kepada seorang pria, seorang istri kepada suami atau sebaliknya, tapi untuk seluruh manusia kepada manusia lain, dalam bentuk sahabat, anak, orang tua, saudara, dan lain lain.

Tak memungkiri, kita melakukan satu hal karna satu alasan, dan pada umumnya kita melakukan satu hal yang bagi kita menyenangkan karena kita mencintai hal tersebut, termasuk kita melakukannya ditujukan pada siapa. Lalu timbul dalam benak saya, menyadari bahwa dengan egoistik yang saya miliki, dan juga dimiliki oleh yang lain, maka kalau cinta, ya harus SABAR. Dengan kesabaran itu lah kita mampu mengendalikan rasa egois, dan lebih menampilkan perjuangan daripada rasa egois saat kita menyatakan cinta pada manusia lainnya. Saya percaya, meski cinta, akan hancur tanpa ada rasa sabar. Mendahulukan kewajiban, lalu tuntut hak dengan komunikasi yang baik. Sebelum kita menyesali situasi saat orang yang kita cintai "menjauh" karena kita lebih memilih ego daripada satu hubungan yang dibangun karena cinta.

Salam hangat dunia maya,
@dianmartiandani



Note :
Tulisan ini awalnya tulisan update biasa, sampai ada saran dari sis Yunda hamasah, seorang dokter yang aktif ngeblog, untuk mengikut sertakan tulisan ini di sebuah acara 5th anniversary Giveaway : Ce-I-En-Te-A pernikahan seorang blogger bernama mbak Anies :) Smg langgeng dan barokah ya mba, aaamiin ya Rabb..
Maka, tulisan ini saya edit sedikit di bagian judul. Semoga bermanfaat.. aaamiin :) makasih sis Yunda..

Selasa, 06 Desember 2011

Kebiasaan Baru

Sudah pernah baca ungkapan, apa yang jadi kebiasaan kita akan membentuk karakter? Pada umumnya paham ungkapan ini walau belum pernah baca. Karna hal itu menyangkut diri sendiri, kita sedang mempelajari diri. Yang saya pahami, kebiasaan adalah sikap-sikap yang kita lakukan dengan perasaan tanpa beban, mengalir, dan tidak ada unsur paksaan dari pihak luar. Dengan demikian, kebiasaan tidak bisa dipura-purakan, artinya kebiasaan adalah sikap-sikap asli dari seseorang yang akhirnya membentuk sebuah karakter.

Naah, sebenarnya agak ga nyambung prolog di atas sama apa yang mau saya share hehehe.. Setelah 2 bulan ngga update blog, akhirnya mulai coret-coret lagi di mari. Tapi walau agak ngga nyambung, saya paksa nyambung aja yaa.. Jadi ceritanya saya punya kebiasaan baru : Review menu restoran atau warung atau apapun sebutannya yang berhubungan dengan kuliner. Sebenarnya ya tidak istimewa, bagi sebagian orang, hal ini ngga penting, bagi sebagian lagi mungkin ini hal yang saaaaangat menyenangkan, mungkin ini lah yang disebut kebiasaan. Kebiasaan kan bukan hal yang dimiliki oleh kenegatifan aja, tapi juga hal positif. Tapi bukan berarti saya ingin mengkategorikan kebiasaan ini sebagai hal yang positif, setidaknya saya tidak merasakan ada yang negatif dari kesukaan saya yang baru ini. Just correct me if i'm wrong, ya..

Beberapa pekan lalu saya iseng browsing tentang kuliner-kuliner yang biasanya jadi tempat kumpul bersama teman atau keluarga, and yes, saya suka wisata kuliner! -- menyesuaikan kantong dan dompet tentunya. Nah, hasil browsing itu saya menemukan beberapa blog yang rekomendid buat teman-teman yang suka wisata kuliner, lalu akhirnya saya nemu satu web yang isinya selain ratusan rekomendasi restoran atau warung, juga terdapat ribuan review dari berbagai pengunjung. Menurut saya menarik banget nih, karena tiap restoran akan di review oleh pengunjung-pengunjung mereka dengan berbagai macam gaya, foto-foto menu yang ciamik, keluhan atau pujian, yang membuat kita bisa lebih banyak pilihan. Nama web itu http://id.openrice.com dan kalo lagi iseng silahkan intip review saya di ID : dianeka



Sejak mengenal web itu, akhirnya kebiasaan baru saya muncul, hehe.. review kuliner!

"Lha terus hubungannya sama karakter dengan kebiasaan review kuliner apa?" Au ah.. kan udah dibilang, prolognya agak ngga nyambung... hihi.. *disambit*

Salam hangat dunia maya..


Sabtu, 20 Agustus 2011

Pingsan

Tidak sedikit manusia yang merasa telah mendapatkan segala kebutuhannya yang tanpa dia sadari semua itu hanyalah keinginan semata, bukan kebutuhan. Sampai suatu saat nanti, dengan waktu yang masing-masing orang tak selalu sama, akan tersadar apa yang sebenarnya terjadi. Bukan suatu hal yang mengkhawatirkan sih, karena semua kejadian kan selalu atas kehendak Allah, setelah apa yang manusia kerjakan.

Bukan tidak mungkin, selama ini kita masih pingsan. Ya, pingsan. Antara sadar dan tidak sadar. Selama ini kita merasa telah menjadi seorang yang mempesonakan orang di sekitarnya. Selama ini telah sukses memerankan perannya di dunia ini. Selama ini merasa telah mendapatkan segala impian-impiannya yang begitu memuaskan dahaga keinginan. Tapi bukan tidak mungkin, semua itu menjauhkan pada apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan. Jauh dari orang tua, jauh dari orang-orang tercinta, jauh dari ketulusan persahabatan, jauh dari kebaikan-kebaikan lain yang padahal merekalah kebutuhan-kebutuhan yang sesungguhnya. Semua karena kita sedang pingsan.

Ada banyak reaksi-reaksi dari orang-orang di sekitar saat kita sedang pingsan. Mereka mengingatkan, mereka menjauhi, mereka marah-marah, dan bentuk perhatian lainnya. Masing-masing pun punya alasan sendiri-sendiri, kenapa reaksi mereka begitu. Yang perlu diperhatikan, mau berapa lama kita dalam keadaan pingsan? Karena terkadang kita sering mengabaikan kebaikan-kebaikan yang datang, padahal untuk menolong. Semoga selalu menyukai ilmu dan berupaya mengaplikasikannya, agar kita segera tersadar dari pingsan kita, aaamiin..

Menyinggung soal pingsan. Kemarin akhirnya saya pertama kalinya merasakan pingsan. Ya, saya benar-benar pingsan!  (apa anehnya sih?) Hehe.. iya sih nggak aneh, saya jadi merenungi bahwa ternyata masih ada belas kasih Allah. Di saat pingsan kita, masih banyak orang-orang yang Allah gerakkan hatinya untuk menasehati dengan cinta, mengingatkan, bahkan memarahi karna cinta, dan lain-lain. Jadi, kemarin saya pingsan di Busway. Tanpa diduga beberapa detik setelah merasakan nyeri di lambung, saya sudah kehilangan kesadaran alias pingsan. Sadar kalau pingsan setelah banyak orang-orang yang berdiri di sekitar saya mengangkat badan saya yang sudah terduduk cantik di lantai Busway hehe.. dalam hati, "He? Aku pingsan???" Telinga saya menangkap suara-suara, "Mbak bangun mbak.. ayo mbak, duduk...." ckck...

Akhirnya saya sepenuhnya sadar, dengan perasaan dan badan yang masih nggak karuan. Saya berupaya merilekskan diri, karena perut tiba-tiba terasa amat mual! Seorang mbak di sebelah membantu duduk, seorang bapak juga memegang badan saya yang sempoyongan, lalu ada bapak yang memberikan freshC*re untuk menyamankan keadaan saya. Saya merasa kedinginan yang sangat, karena ditambah kabin busway yang ber-AC. Bersyukur Allah masih melindungi dari hal-hal negatif di saat saya tidak sadar, yang bisa saja kejahatan mengincar. Karena saya pingsan dalam keadaan menggenggam hape (eaaaa sempet-sempetnya yah... :p )

Semoga Allah selalu mengelilingi kita dengan orang-orang baik dan mau berbuat baik, di saat kita pingsan dalam keseharian, maupun pingsan beneran.. aaamiin.. :)


------------

Senin, 08 Agustus 2011

Siapapun adalah seseorang (2)

Segala sesuatu, sebenarnya diawali dari sebuah kisah yang sederhana. Siapapun bisa berkarya. Siapapun bisa melakukan hal yang baik. Siapapun adalah seseorang dalam membuktikan kemenangannya. Kemenangan sejati pun terjadi di semua hal. Hal kecil maupun besar. Hal sederhana maupun rumit. Oleh karenanya, mari kita tutup rapat-rapat pola pikir diri bahwa kita tetap ingin menjadi diri sendiri yang tidak membuka pintu bagi kebaikan-kebaikan dan hal positif lainnya. Kita tutup rapat-rapat dan buang jauh-jauh pola pikir bahwa kita tidak berhak berbuat lebih baik. Lebih berkarya dimulai dari karya sederhana, yakni sebuah senyuman. Setiap orang mempunyai kehidupannya sendiri, dengan caranya sendiri. Hanya saja, tetaplah berbuat sesuatu pencapaian yang manis.

Masing-masing orang memang mempunyai latar belakang hidup yang berbeda-beda, mungkin ada yang mirip, atau bahkan sama. Semuanya membentuk karakter diri, karakter yang akan menjadi mesin setiap orang menyikapi segala sesuatu dan pola pikir dalam mengambil keputusan. Dari buku Terapi Berpikir Positif karya trainer dan motivator muslim dunia, Dr. Ibrahim El-Fiky, saya mengambil pelajaran bagaimana kita berpikir positif. Karena amalan adalah lanjutan dari sebuah pikiran.  Kata beliau, “Kita tidak dapat mengendalikan keadaan. Tapi kita dapat mengendalikan pikiran kita. Pikiran yang positif menghasilkan perbuatan dan karya yang positif.

Segala sesuatu berawal dari hal yang sederhana. Kita bisa belajar dari hal-hal yang sederhana pula, dan kesederhanaan itulah yang akan memberikan energi positif bagi diri jika kita sungguh-sungguh mengambilnya sebagai pelajaran yang positif yang terterapkan. Kita kadang berpikir terlalu jauh akan sesuatu yang kita persepsikan rumit dan buruk. Kita merasa tak akan bisa menjadi seseorang yang memberikan karya positif yang membangun. Padahal segala sesuatu dimulai dari hal sederhana. Bahkan sesuatu yang tampak kuat bisa dikalahkan oleh sesuatu yang tampak lemah. Persepsilah yang membentuknya. Contoh, Raja lalim bernama Namrud yang dijemput maut karena seekor nyamuk.

Hidup adalah proses pembelajaran tiada henti. Di sanalah terdapat banyak hal-hal yang sederhana yang bisa kita ambil positifnya. Bukan hidup orang lain, tapi hidupmu sendiri, hidup saya sendiri. Lihatlah, saya akan ajak anda menjadi seorang pembelajar yang mampu menghasilkan karya. Karya yang sederhana dan akan terus berulang-ulang terjadi, karya kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Mungkin kita bukanlah seseorang yang istimewa dihadapan orang lain dengan karya yang tak sehebat para pengusaha-pengusaha sukses. Tapi sesungguhnya mereka semua mengawalinya dari hal-hal yang sederhana. Mulailah dari sana.

Tapi kita sadari saja, tidak semua menjadi pengusaha kaya raya, tidak semua menjadi direktur, tidak semua menjadi jenderal, tidak semua menjadi presiden, begitu bukan? Karena siapapun bisa menjadi seseorang. Siapapun adalah seseorang yang BISA memberikan karyanya, yang paling sederhana sekalipun. Seorang pengamen yang sukses misalnya, dia memberikan hasil terbaiknya dari mengamen, suaranya tidak mengganggu kenyamanan. Pembeli barang bekas keliling yang sukses misalnya, dia memberikan tawaran yang sesuai pada barang-barang bekas milik orang-orang kaya yang dijual kepadanya, saling memberikan manfaat. Pedagang gorengan keliling yang sukses misalnya, tidak memberikan gorengannya yang tidak sesuai dengan harganya dan rasanya tetap enak. Siapapun adalah seseorang. Sebuah karya sederhana lah yang bisa menjadikan seseorang menjadi seseorang. Sekali lagi, jika orang lain begitu bangga dengan karya yang bukan miliknya, mengapa kita berkecil hati dengan karya sendiri. Tersenyumlah, karena senyum adalah karya paling sederhana.

Kita yakini saja satu ungkapan ini, “Man yazra yahsud!” Siapa yang menanam akan menuai. Jadi, jika siapapun adalah seseorang, lalu seseorang yang seperti apa? Tentu saja seseorang yang mampu menghasilkan karyanya yang positif yang memberikan efek yang positif pula. Barangsiapa menanam hal positif, maka hal positif pula yang akan kita tuai. Siapa yang menanam hal sebaliknya, maka hal itulah yang akan dituai. Tuhan Maha Adil. Kita yakini pula ungkapan ini, “Man hafara hufratan, waqa'a fiha!” Barangsiapa yang menggali lubang, (suatu saat) akan jatuh ke lubang itu. Maksudnya, apapun yang kita kerjakan, itulah yang akan menjadi pakaian kita. Jika kita telah meyakinkan diri bahwa teko yang kita pakai sudah bersih, kita isi dengan air putih yang segar, sangat besar kemungkinan dan jelas, air putih yang meyegarkan dan menghilangkan dahagalah yang akan keluar dari teko itu. Sangat mustahil air itu akan membuat perut kita sakit.

Semoga bermanfaat ya :)
Salam hangat,

Selasa, 02 Agustus 2011

Dentingan Hati

pelangi hidup itu tak hanya memperindah..
pelangi hidup itu tak mampu kau tipu dan perdaya..
pelangi hidup itu indah, sekira ketulusan yg menyemerbak ke pojok pojok ruang hati..

pelangi hidup akan merekah menebar aroma cinta..
kepayahan dan berjuta juta puing angkuhku,
kan tenggelam terhinakan..


aku..
yg tertatih merangkai setiap julur-julur lunglai..
meniup ke langit.. kapas-kapas asa mengangkasa.....

aku..
yg kadang terlalu gontai menelisik jelujur ujianNya..
merapatkan dua kanvas cinta..

aku..
yg payah menyusun bebait hikmah..
merangkainya dlm manik manik ukhuwah..


kotoran jiwa, tersapu oleh keMahaLembutanNya..
Ia lah yg memperindah..
Hanya ketika renda-renda Iman terajut..

yakinlah..
Ia lah yg memperindah..

kan kujumpaiNya, dg ketertatihanku..
dunia adalah kenyataan, tp Arrahman adalah pilihan..



----------------------


25122009

Selasa, 26 Juli 2011

Happy Milad my Little Sister

SELAMAT HARI LAHIR


Yg ke 18 Tahun ya.. (cozy)

Semoga barokah sisa usiamu, dibersamai Allah dalam tiap langkahmu, dan disayang Allah dalam tiap nafasmu, serta membanggakan kedua orangtuamu, 
aaamiin ya Rabb..

Ini narsis sambil 2,5 jam nunggui @iqbaltaf dan pak (calon) dokter @adibridhani  Fyuh~



P.s : Ucapan secara mayanya agak telat :D


------------------------


Hari ulangtahunnya diisi dengan jalan-jalan santai dan makan santai juga :-) di Pancious - PIM. Berempat, ditambah wong yogja yang mendadak ngajak ketemu : @iqbaltaf dan @adibridhani (yg 2,5 jam muter2 jakarta dari acara Expo di Kemayoran ke PIM alias nyasar)


Kado yg diterima :


Kado dari Allah : Kasih sayangNya, insyaAllah.. dan diterima di FIB Sastra Belanda - UI
Kado dari mama papa nya : Jazz warna hitam.. *speechless saya*


Alhamdulillah ya dek.. :-))
Kado dari saya : Rok cantik berwarna biru keabuan, sebotol Habatussauda, dan secarik surat.. ^^


Sekali lagi.. smg Allah memberkahi dan menolongmu selalu dalam agama Islam, aamiin..




-------------------------

Jumat, 22 Juli 2011

Doing little stuff with Photoshop (2)

Beberapa hari yang lalu iseng mengganti profile picture di akun twitter. Picture sebelumnya hanya berdua dengan adik saya dengan gaya biasa. Lalu ganti lagi dan akhirnya terlintas ide untuk buat sendiri yang agak berbeda dari biasanya, yang sebenarnya sudah mulai banyak memakai gambar dengan tipe selain .jpg. Iseng saya buat sendiri avatar untuk twitter saya dan adik saya. Ini dia :-)

@cchykoo

Looks so simple ya.. :-))


Ada juga satu lagi avatar  untuk twitter seorang sahabat, yang ngambek karena nggak dibuatin hhe (goodluck)  *bercanda, bro*

Just for fun~

------------------------------

Selasa, 28 Juni 2011

Topeng

Aku berjalan menebar semerbak aroma kesombongan. Lenggokku, menebas tunduknya pandangan. Aku bangga! Pemandangan yang mempesona tanpa penutup menjadi bagian yang paling kusuka. Ah, wanita.. itulah aku, si penebar pesona!


Angin menyegat kasar, menyibak kain yang panjang menutupi sebagian besar tubuhku. Seketika tangan melesat menahan sesibak kain. Oh, nyaris hijabku tercerabut! Tp aku malu. Andai mereka tahu hijabku ini hanya topeng...


Aku cantik! Sudah seharusnya mereka menyukaiku..


Aku.. siapa aku? Pantaskah mereka menyukaiku..


Apa?! Kenapa harus ada aturan wanita harus berkata lemah lembut?


Allah, sungguhkah aku Engkau ridhoi dengan keadaanku sekarang?


Hei, sudahlah... Aku bangga dengan diriku sekarang, jangan banyak mengaturku!


Aku hanya mengharap belas kasih dan tuntunan-Mu, dengan bagaimanapun aku..


"Jika manusia selalu takut dan sibuk memikirkan penilaian orang lain. Niscaya ia sulit menemukan dirinya dalam pribadi yang dewasa dan matang. Sibuk mengemas topeng, lupa mengemas hati. Mengaku tidak sibuk mengemas topeng, tapi juga tidak mengemas hati." - Abdullah Gymnastiar

Minggu, 26 Juni 2011

Blogilicious Milad Jakarta

"Man behind the Gun." - Woodrow Wilson (Presiden AS 1913 - 1921) Dialah di balik kalimat ini. Ketika ia begitu membanggakan isterinya di balik sukses karirnya. (correct me if i'm wrong). Kalimat itu pun bisa diberlakukan bagi dunia maya atau yang berhubungan dengan Information Tecnology atau Teknologi Informatika. Dunia maya akan menjadi senjata yang baik tergantung pada para penggunanya, seperti kutipan di atas. Lalu, saya merasa bahwa semua penghuni dunia maya mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memanfaatkan dunia maya atau internet menjadi sesuatu yang lebih dari kata berarti. Siapa penghuni dunia maya? Mereka lah para pengguna blog-blog atau web-web gratisan ataupun berbayar, apapun profesi dan latar belakangnya, yang kemudian disebut BLOGGER.

Nah, akhirnya tadi sore saya menuntaskan kehadiran di acara yang luar biasa. Acara itu adalah Road Blog dengan nama Blogilicious yang diprakarsai oleh idBlogNetwork untuk kota Jakarta dan sekitarnya (termasuk Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang). Lalu, karena bersamaan dengan Milad komunitas Blogger Depok, deBlogger tahun kedua, maka idBlogNetwork menitahkan deBlogger sebagai mesin penggerak yang hebat untuk acara Blogilicious Jekardah! (worship)

Blogilicious Milad Jakarta

Inilah tema yang diangkat untuk tulisan ini :-) Acara yang diadakan pada hari sabtu - minggu, tanggal 25 - 26 Juni 2011 ini mempersembahkan semi seminar dan workshop yang membuka wawasan dan ilmu-ilmu seputar Blog / Web / Social Media / dan kawan-kawannya. Jujur karena saya datangnya on time, on LUNCH time (ninja)  maka saya tertinggal dua materi....... zzz

Hup!! Ini dia laporannya :

Kamis, 23 Juni 2011

Doing Little stuff with Photoshop

Saya sangat suka doodle, yaitu coret-coret gambar di selembar kertas atau kertas apapun yang ada ruang untuk coret-coretnya. Tapi malam ini (woot) tiba-tiba seneng mainan photoshop (lagi). Biasanya sih, make photoshop cuma untuk ubah tampilan warna atau nulis nama sendiri di sebuah gambar hasil karya. *karyawati? Nah, hasil iseng-iseng malam ini adalah sebagai berikut (halah) :

Begitu saya kasih lihat yang ini ke teman dan adik saya, reaksi mereka adalah tertawa dan shock (katanya gendut T.T) makasih ya....  (taser)

Lalu ini.. :-))
Lalu di bawah ini salah satu karya hasil tutorial di sini


Gimana teman-teman? (evilgrin)

"Apaa jadi postingan kali ini cuma mau pamer ajaa!?" (idiot)

Hehe.. Salam hangat selalu, (cozy)
@dianmartiandani

Sumber latihan ada dari sini (makasiiih~ ternyata menyenangkan!) (worship)

________________________

Minggu, 19 Juni 2011

Terima Kasih Tuhan :)

Saya baru saja submit sebuah coretan di blog sebelah di tumblr.  Sebelum saya lama menunda, tidak ada salahnya saya coret-coret dan saya submit begitu adik saya memberitahu tentang blog ini. Blog ini khusus bertema : rasa syukur pada tuhan. Siapapun bisa memposting tulisan rasa syukurnya di sana, lalu admin akan mempublish dengan dimoderate terlebih dahulu. Bisa dengan akun tumblr tentunya bagi yang terdaftar, bisa juga bagi yang tidak mendaftar di tumblr (sebagai anonymous). Berikut coretan rasa syukur saya, semoga tidak mengurangi rasa yang sebenarnya terbit,

Terimakasih Tuhan, Engkau begitu baik kepadaku, kepadaku yang penuh kesibukan mengemas topeng, dan lalai mengemas hati. Engkau begitu baik dengan segala karunia yang tak pernah putus untukku, kurnia ilmu yang membuatku mengenalMu, ilmu yang membuatku mencintai kekasihMu muhammad, ilmu yang membuatku untuk mensyukuri nikmatMu dg doa nabiMu sulaiman, ilmu yang membuatku selalu mencintai keluargaku lagi dan lagi, ilmu yang membuatku mensyukuri saudara-saudari seimanku, ilmu yang membuatku mensyukuri adik kecilku, yang telah menjadi bintang kecil di hatiku..
Terimakasih tuhan.. ilmu yang semoga menjadikanku terus mentauhidkanMu, hingga menjumpaiMu, ALLAH subhanahu wata'alaa.  


Aamiin..


Coretan dian!

Selamat mencoret rasa syukur yang tak terhingga kamu di sini ya! (^_^)
:-))
________________________________

Sabtu, 18 Juni 2011

Moody

Jelek amat sih judulnya? Ya, begitulah.. Manusia tak pernah bisa menebak perubahan perasaannya sendiri, membuktikan kalau ada Penguasa hati manusia. Saya percaya itu. Sekuat-kuatnya seseorang, bisa galau moody juga. Apa sih artinya moody? di google sih artinya murung. Kalau disinonimkan dengan bahasa indonesia yang lain, artinya sedih. Betul tidak? Bukan mau curhat sih, karena memang saya terbilang tertutup tidak terbiasa curhat di media sosial apapun. Yaa, sebenarnya bisa juga sih dikatakan curhat, tapi lebih nyaman jika disebut sebagai sharing :) *alesan lagi kan*



Dalam setiap perubahan rasa dalam hati, terkadang manusia berjuang untuk melakukan beberapa hal ; menahan diri, menghibur diri, menyemangati diri, lalu ada yang tidak mempunyai kekuatan lebih untuk mengendalikan diri. Setiap hubungan manusia selalu ada bermacam-macam kejadian, ya. Itu juga tergantung karakter masing-masing orang yang berkumpul dan berinteraksi. Masing-masing melakukan manuver diri untuk membuka interaksi dengan lawan bicaranya. Masing-masing mempunyai cara dan taktiknya sendiri.

Macam-macam kejadian di setiap hubungan memang tak pernah selalu sesuai, pas, atau klop dengan apa yang menjadi "idealisme" saya, kita. Tentunya kita harus tahu ada empat karakter dasar seseorang. Itulah yang memunculkan pelangi di setiap hubungan. #eaaa *ssstt ok serius!*  Tidak pernah ditemukan dalam satu kelompok atau sekumpulan manusia, muda, tua, yang karakternya samaaa semua. Niscaya terjadi gesekan atau perbedaan atau jauhnya harapan yang menjadi penyebab moody ini. Tapi selalu ada siasat dalam sebuah situasi. Setuju kan? (^.^)

Terkadang di saat kita menyangka telah menemukan sebuah hubungan yang begitu mesra, hangat, atau indah, seolah kitalah satu-satunya yang diperhatikannya, ternyata kita sedikit atau banyak meleset. Pernah? Hehe.. Yang perlu dipahami oleh siapapun di saat seperti itu hanya satu, bahwa manusia tidak diciptakan sama persis. Saya menyukai nasihat Aa Gym. Selalu menyentuh sisi kemanusiaan seseorang. Apa adanya dan so damn true!  
"Jika manusia selalu takut dan sibuk memikirkan penilaian orang lain. Niscaya ia sulit menemukan dirinya dalam pribadi yang dewasa dan matang. Sibuk mengemas topeng, lupa mengemas hati. Mengaku tidak sibuk mengemas topeng, tapi juga tidak mengemas hati.
Kira-kira begitu. Lupa persisnya.

Lalu satu lagi, ada latar belakang yang berbeda-beda yang membentuk sikap seseorang dalam mengambil keputusan. Tentu saya, kita, tidak bisa memaksakan seseorang untuk sama karena hal ini. Kita sama-sama manusia bukan? Saya rasa ada baiknya menyodorkan berbagai tuntutan itu kepada diri sendiri dulu, sebelum mengajak orang lain dengan cara yang sewajarnya. Seperti rasulullah Muhammad, shalallahu alaihi wasallam, yang menauladankan sebelum menasihatkan dengan sunnah-sunnahnya di dalam hadits.

Jangan terlalu takut karena salah, tapi belajarlah..
Jangan terlalu berani karena benar, tapi bijaklah..

________________________________________

Senin, 13 Juni 2011

Mengenal deBlogger (Komunitas Blogger Depok)

Sekumpulan kata-kata berkumpul di otak, lalu dikumpulin lagi di sebuah media, bisa hanya sekedar di selembar kertas, buku diary, catatan perjalanan, sampai ke sebuah media terluas tanpa batas, yakni di internet. Saya sangat-sangat suka mengumpulkan kata-kata di pikiran, tapi jarang ngumpulinnya di selembar kertas lagi. Terakhir tulisan tangan saya kapan ya? Itulah, mungkin nyatat apa-apa yang mau dibeli di supermarket atau kalau kepepet, hape mati dan sedang jauh dari laptop.

Untuk menulis tulisan di internet saya cenderung nyiubi :p alias anak bawang, walau body anak gajah. Berawal membuat blog di Blogspot (2008), yang kemudian lama tak terurus, sempat ditinggal selingkuh ke dunia facebook, dan akhirnya mulai menulis lagi di Blog dan baru setahun lebih -dikit. (lol)

Singkat cerita di sebuah pertemuan pemerhati film Indonesia (MataSinema) saya mengenal mas Iman Sulaiman yang ternyata seorang tukang aktif (maksudnya aktifis hehe..) di Komunitas Blogger Depok, yang disingkat KBD hehe nggak ding, ini dia nama komunitasnya deblogger*jeng jeng*. Melalui beliau lah saya mengetahui adanya komunitas ini. Amat sangat cupu. Saya masih ingat beliau beberapa kali mengajak saya gabung di komunitas itu, tapi mungkin karena saya yang penyendiri agak sungkan dan belum tergerak sehingga selama ini sebatas baca-baca web nya. Apalagi saya tinggal di Jakarta dan cukup jauh dari Depok *alesan*   Komunitas ini, setahu saya adalah tempat berkumpulnya blogger-blogger di sekitaran Depok. Tapi dari seorang blogger depok juga yang ternyata merupakan isteri mas Iman :) yang di dunia maya menggunakan nama Cici Silent, saya dapat informasi bahwa komunitas ini ada sebelum adanya komunitas-komunitas bagi blogger-bloger Jakarta (correct me if i'm wrong, ya). Sehingga mereka yang berdomisili di Jakarta pun ada yang menjadi anggota deBlogger. 


Nah, jadi saat ini saya sedang memulai pedekate dengan komunitas ini dengan amat sangat perlahan tapi insyaAllah saya sangat ingin menyapa lebih dekat (cozy) Salam hangat untuk semua teman-teman blogger depok..



Tidak ada kesiasiaan di setiap pikiran dan tindakan yang positif, jadi bergabung di sebuah komunitas yang senantiasa pro akan kampanye Internet Sehat pun saya percaya sangat banyak manfaatnya, walau mungkin 'sekedar' pertemanan.

Salam hangat,
@dianmartiandani

Sabtu, 11 Juni 2011

Senyum dan Tawa

Kayaknya postingan saya terlalu serius beberapa akhir-akhir ini, tapi begitulah, sejatinya bukan semata sharing apa yang ada di pikiran saya. Hanya saya percaya pada nasihat sepupu sekaligus menantunya nabi Muhammad saw, "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya." (Ali ibn abi thalib)

Nah, akhir-akhir ini saya sedang menikmati sesuatu yang jauh dari serius! Saya merasa terhibur dengan sesuatu yang bener-bener kreatif dan kocak. Tp bagi orang-orang bertipe korelis dan Serius bin tegang, dijamin gak betah sama hal-hal seperti ini, bahkan menganggap semua ini non sense dan buang-buang waktu. Hmm saya pribadi sih tidak akan mengambil serius situasi ini, tidak berdosa untuk sesekali tersenyum bahkan tertawa untuk melemaskan syaraf-syaraf yang menegang, untuk merespon hal-hal kocak yang sedang akhir-akhir ini saya nikmati di dunia maya.

Siapapun adalah seseorang, kalimat ini sering saya katakan pada diri. Bukan sekedar menghibur diri untuk bangkit walau kalaupun memang demikian juga tidak salah. Tapi kalimat itu untuk mengajak teman-teman agar tidak mudah terpesona pada dunia, pada manusia yang begitu tampak mempesona, karena sejatinya tiap manusia sudah tuhan beri keistimewaan masing-masing. Hanya mau atau tidak untuk mengembangkannya. Hanya ingin menjadi sekedar pemuja, atau belajar untuk menjadi seseorang juga? Ayo guys and gals!

Nah, ini dia mereka yang menjadi seseorang dengan kreatifitas mereka, yang berhasil menghibur saya. Mereka adalah si Bena, si Alit, dan Pocong (yang saya masih heran, si Poci ini kok bisa (katanya) fenomenal gitu ya? coba liat deh followernya di twitter, ada yang bisa bantu saya? yaa tolong dibantu yaa..) *dilakban* Mereka sama seperti kita, sama-sama manusia biasa kok, tapi mereka unik, mampu menghibur dengan kreatifitas masing-masing di blog mereka, (kecuali pocong, dia mah bukan manusia, tapi jenazah hehehe..). Di antara mereka, saya paling appreciate sama si Bena, salut banget dengan karya video kocaknya dan game nyonnyonnyon.com buatan dia! Bangga karena game ini tipe riddle (teka-teki) yang menuntut IQ, asli INDONESIA! Saya sudah sampai level 5 lhoo~ :D (alias macet gak tau lagi jawabannya apa T.T) Hmm, untuk alit dan poci, kurang suka dengan kata-kata kasar yang dijadikan bahan lelucon mereka berdua, walau mereka tetep kreatif dan cerdas. (untuk alit, saya suka pelajaran bahasa inggris di web nya haha... (lol) ) Mereka bertiga sukses melemaskan ketegangan syaraf saya :) makasih yaa

Tambahan! Teman-teman coba juga kunjungi blog nya bang Nufri deh. Sungguh kocak! (hehe.. traktir ya bang sudah promoin :p ) Blog itu mengingatkan saya pada serial Lupus di masa-masa saya masih kanak-kanak :D

Baiklah teman, sungguh, senyum dan tawa itu termasuk karunia Allah swt, teman. Hanya alangkah baiknya kita membingkainya dalam senyum dan tawa yang secukupnya :) bagi teman muslim, tentu telah ada nabi muhammad sebagai tauladan terbaik (Qs Al Ahzab : 21) kalau kejauhan, tentu kita punya hati nurani masing-masing yang bisa kita mintai fatwa.

Salam senyuuuum :-))
@dianmartiandani

_________________________________________

Selasa, 31 Mei 2011

Alasan Berbuat Baik

Setiap tindakan atau apapun yang keluar dari seseorang, lisan dan perbuatan, semua berangkat dari sebuah alasan. Tidak mungkin tidak. Alasan yang masuk akal maupun yang masuk jantung (eh, bingung yah) :) Maksud saya, alasan yang secara hakiki dapat diterima akal (otak) kita, maupun alasan yang hanya bisa dimengerti dengan qolbu (jantung) eh, kok jantung sih? Iya, klo hati bukan qolbu bahasa arabnya, tp kibdah. Atau dari hasil terjemah google dari bahasa inggris ke bahasa arab, hati (liver) berarti al Kabad. Ini bakal ada pembahasan sendiri yang agak panjang kalau mau dibahas, jadi nggak usah dibahas ya hehe.. tapi penasaran yah :p

Rasulullah menyampaikan, "Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah qolbu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Bahas sedikit tentang Qolbu, Qalbu (bentuk fisik) dalam kamus Bahasa Arab didefinisikan sebagai ‘organ yang sarat dengan otot yang fungsinya menghisap dan memompa darah, terletak di tengah dada agak miring ke kiri’. Jadi, qolbu adalah jantung. Sehingga, jika dihubungkan dengan apa yang rasulullah sampaikan, berarti jantung mempunyai peranan sangat penting yang berhubungan dengan keseluruhan jasad, menjadi tolak ukur kebaikan seluruh jasad seseorang. Kita bisa menyimpulkan, bahwa ada sebuah hubungan antara kesehatan jasad secara kesuluruhan dengan sehatnya qolbu (jantung), karena jantunglah yang mengalirkan seluruh darah ke sepanjang pembuluh, dimana memerlukan darah di sekujur badan.

Gampangnya, kalau kita marah, sedih, cemburu, dengki, atau perbuatan yang gak sesuai aturan, yang sakit atau tiba-tiba nyeri kadang terasa sesak, itu terasa di sebelah mana? Kalau saya, jawabannya dada sebelah kiri :) hehe *gak bo'ong :D

Oke. Itu tentang qolbu yah :) tapi kalau ada yang mau mengartikan secara abstrak, qolbu adalah nurani / hati ya silahkan, tapi itu bukanlah arti secara yang sesungguhnya (harfiah / fisik)






ALASAN Berbuat Baik

Saya sharing dengan teman-teman tentang pengertian "alasan" menurut mereka. Sejauh menurut pendapat mereka saja. Soalnya ada yang bingung, ada yang nggak mau jawab karena merasa tidak kapabel, dll. Saya tanya teman-teman via apa saja, hehe.. baik langsung maupun lewat dunia maya. Akhirnya berujung pada satu kesimpulan, bahwa "alasan" adalah sesuatu yang menjadi latar belakang seseorang melakukan sesuatu. Baik maupun buruk. Positif maupun negatif. Semuanya.

Kemarin saya tanya teman-teman di twitter. Mengapa seseorang itu mau berbuat baik. Macam-macam juga jawabannya. Ada yang karena mengharap pahala dari Allah, karena sayang dan cinta pada orang yang dibaiki, dll. Semua itu adalah alasan mereka. Jujur dari hati, spontan :) Lalu berikut adalah alasan-alasan seseorang berbuat baik, menurut pendapat saya yang masih perlu contek sana sini (baca : Belajar dari orang lain) :) Semoga bisa memancing pendapat yang lain..

Senin, 23 Mei 2011

Pelangi Anak : Pelajaran di Setiap Hal

Waktu yang efektif bagi seseorang untuk merenungi sesuatu adalah di saat sendiri. Di saat seperti itu, ia hanya akan berdialog dengan diri dan Zat Yang Maha Tinggi. Di tulisan saya Diam adalah Emas, salah satu waktu untuk kualitas merenungi kekuasaan Allah dalam diri dan sekitarnya adalah saat diam. Terdapat ruang di sana untuk merenung. Di ruang diam (sendiri), ia membicarakan dirinya sebagai manusia yang kapanpun bisa menjemput maut, entah kapan.

Namun ada satu waktu yang tak melulu harus menyendiri untuk merenungi sesuatu hal atau kejadian. Dalam artian tidak benar-benar sedang sendiri. Di saat keramaian mengelilingi diri kita pun, kesendirian bisa terasakan. Di saat inilah, siapapun bisa saja merenungi apa-apa yang ia lihat dan ia dengar. Saya tidak akan membicarakan diri saya. Yang ingin saya bagi adalah sebuah kejadian yang membuat saya merenung ketika saya sedang sendiri di tengah keramaian.

Masing-masing orang mempunyai latar belakang yang berbeda. Cara didik orang tua, sikap lingkungannya, kebiasaan dalam keluarga, dan lain-lain. Semua menjadi faktor pembentuk pola pikir dan karakter seseorang dalam mengambil keputusan. Sekecil apapun besar resikonya. Tiap kejadian di sekitarnya, dari lahir hingga mampu berpikir, akan menjadi bagian-bagian memori yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar seseorang. Yang akan berperan besar dalam membentuk  sikap seseorang dalam menghadapi sesuatu. Sekecil apapun masalahnya, seremeh apapun kejadiannya.

Suatu hari, di perjalanan pulang dari kegiatan. Di sebuah shelter Busway di grogol - Jakarta Barat. Saya melihat pemandangan ibu dan dua anaknya yang sedang menunggu Busway, saya juga. Terjadilah sesuatu yang membuat hati saya sedih. Yakni kalimat-kalimat yang terlontar dari si Ibu ketika anak-anaknya yang masih berusia 9-10 tahun saling bercanda tawa.
"Heh! Diem kagak lo!? Kalo kagak gua dorong juga lo!" Sambil nyubit lengan si anak yang tersenyum kecut, mungkin menahan malu dan sakit.
Antara kaget dan bingung dengan jalan pikiran si ibu, saya hanya terdiam memandang kejadian itu dengan pilu. Hanya bisa menyebut nama Allah.. apalagi saya belumlah pantas menilai sikap barusan. Sedih. Lalu suatu hari, di pengajian rutin saya biasa hadir. Tak terlalu jauh dari rumah. Ada rasa bahagia ketika berjumpa dengan teman-teman di sana. Bagi saya lebih tepatnya sekumpulan saudari-saudari seiman :) Oke, bukan itu yang mau saya bahas hehe.. Nah, salah satu teman membawa anak batitanya. Usianya mau 3 tahun. bayi yang lucu, menggemaskan, dan ramah >,< Hingga akhirnya, si bayi menumpahkan susu kemasan yang mau diminumnya. Olala, tumpah di bajunya dan alas di mana kami duduk. Si ibu marah! Ya, marah. Begini marahnya,
"Eh.. Udah ya dedek.. jangan ditekan-tekan dong pintar! Udah disedot aja, jangan ditekan... Umi nggak bawa baju ganti dedek.." Sambil mengelap tangan batitanya yang belepotan susu dengan tisu. Si batita sedikit tersipu malu karena merasa bersalah, dilihat teman-teman uminya, termasuk saya yang tersenyum gemas padanya.
Di lain situasi. Ketika saya berada di sebuah lokasi tempat saya bekerja. Ada kejadian yang berbeda lagi dari dua kejadian di atas. Seorang anak yang cantik, pintar, lincah, dan percaya diri. Di sela-sela pekerjaan saya yang hanya sebagai asisten saat itu, saya memandang kejadian yang membuat saya tanpa sadar merekamnya. Si anak asyik dengan gadget bukan miliknya, iPod touch yang bagi saya merupakan barang canggih. Tidak akan saya jabarkan detil karena saya gagap teknologi.. :p Dia taruh Blackberry miliknya.
"Mama... keren iPod nyaa.. nanti beliin ini yaa.. yaa yaa...?" Sambil tetap asyik, orang-orang disekelilingnya senyum-senyum kepadanya, memperhatikannya.
"Nanti aja ya.." Mamanya berkata
"Aaah nggak, pokoknya iyaa... oke okee..." dan si ibu diam.
Lalu, salah satu orang dewasa disebelahnya berkata, "Iiih, kamuu pinter banget, gemes deh.." si anak satu-satunya anak-anak disitu.



Saya termenung dengan tiga situasi yang berbeda ini. Antara senyum gelisah, sedih, prihatin, khawatir lalu entah apa rasa yang tepat untuk menyimpulkannya. Bersyukur masih ada yang begitu santun dan mendidik kepada anaknya. Sudah pasti akan banyak timbul pendapat dari kejadian-kejadian itu. Saya, yang belumlah sempurna diin nya.. (masih separuh karena belum menikah :p) tentu tak banyak yang bisa saya bahas. Karena tentu menyangkut hal bagaimana seorang IBU mendidik anaknya, memberikan contoh perbuatan (baik maupun buruk), menghadapi sikap-sikap tingkah laku anak, belumlah lagi menghadapi suami atau ayah anak-anaknya, yang saya BELUM ALAMI :')

Namun saya tetap ingin mencobanya, mencoba menyinggungnya dari sisi si anak. Yang pertama, saya yakin, si anak tidak tahu dimana letak kesalahannya, yang ia tahu, ibu nya tidak suka dia bercanda tawa. Artinya, bercanda tawa adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukannya. Ini yang akan menjadi memori seumur hidup dalam pikiran bawah sadarnya. Yang kedua, si anak menangkap bahwa saat minum susu kemasan tidak boleh ditekan, dan kejadian barusan baginya sebuah pelajaran, ibu nya marah, tapi ia tetap anak pintar. Tidak ada tekanan atau sikap yang menyakitkan. Yang direkam pikiran bawah sadarnya adalah, ibunya mempercayainya bahwa ia pintar, dan ia salah ketika ia menekan kemasan hingga susu tumpah mengotori baju satu-satunya, karena ibunya tidak membawa baju ganti. JANGAN SALAH, semua ini benar-benar akan direkam oleh pikiran bawah sadar si anak. Di saat otak dan akal belum mampu membedakan mana yang salah dan benar, dan karena anak-anak belum memakai hawa nafsu, maka pikiran bawah sadar yang murni dan jujur lah yang merekam tiap kejadian yang di alaminya. Yang ketiga, si anak merasa setiap yang dilakukannya adalah hal wajar, tidak salah. Jika terus dibiarkan pikiran bawah sadar anak akan menyimpan pola pikir ini hingga dewasa. Apalagi jika ia terus berada dikeliling orang-orang dewasa yang memuji-mujinya, tanpa teguran atau nasihat.

Semoga para wanita, khususnya muslimah, mau terus belajar untuk terus mendidik dirinya, untuk mendidik anak-anaknya.. aamin
Salam hangat, @dianmartiandani

Senin, 16 Mei 2011

Rabu, 11 Mei 2011

Langgam Sahabat..

Langgam sahabat.. Langgam artinya gaya irama dalam nyanyian / senandung atau gaya khas atas sesuatu atau adat kebiasaan. Sahabat artinya seseorang yang mendukung ditiap impian-impian kita, pekerjaan, dan menghibur disaat duka, terlepas dari sisi negatif atau positif.

Saya menyukai pertemanan, saya mencintai persahabatan, dan ini merupakan hal yang siapapun juga merasakan demikian. Sejahat apapun hatinya. Siapapun bisa menjadi seorang sahabat dalam hidupnya. Siapa saja. Tergantung pada prinsip masing-masing dirinya. Hendak menjadi sahabat dalam hal apakah kita? Hendak menjadi sahabat yang seperti apakah kita?

Jika kita mempunyai sahabat yang begitu mencintai kita, sering mendukung kita dalam setiap pekerjaan kita, lalu menghibur kita disaat kita mendapat kesedihan, wah betapa bahagianya kita ya? Tapi adakah sahabat yang mencintai kita itu mengingatkan kita dikala kita melakukan kezhaliman? Maka disini kita akan menemukan jawaban, sahabat seperti apakah yang telah setia pada kita itu.



Ada ungkapan yang saya baca di web pak Jamil Azzaini (ya, saya sedang sangat menyukai tulisan-tulisan beliau) : Orang yang selalu merendahkan orang lain ketika bersama Anda, iapun akan merendahkan Anda ketika ia bersama orang lain. Apa yang sahabat pembaca pahami dari ungkapan ini?

Bagi saya, kalimat ini bukan untuk sekedar menilai sahabat seperti apakah sahabat kita. Tapi menjadi pengingat diri, sahabat seperti apakah kita bagi orang lain? Atau mungkin bahkan kita bukanlah sahabat siapa2? Mungkin kita tidak menyadari, ungkapan di atas sebenarnya ditujukan kepada kita pribadi. Di saat kita bersama seseorang, apa yang kita bicarakan kepadanya? Membicarakan hal-hal yang baik kah? Atau merendah-rendahkan orang lain didepannya? Kesimpulannya, jika YA jawabannya, maka kita BUKAN lah seorang sahabat kebaikan, akan tetapi kita adalah sahabat KEZHALIMAN.


Lalu pertanyaan lagi, benarkah jika seorang sahabat merendahkan orang lain di depan kita, iapun akan merendahkan kita didepan orang lain. Saya katakan, ya. Karena seseorang dapat kita lihat bagaimana watak aslinya, disaat kita berinteraksi dengannya lalu berdiskusi atau sekedar berbincang-bincang dengannya, lalu melihat caranya menyelesaikan permasalahan-permasalahan. Jika kita melihat cara dia memperlakukan seseorang lain dengan buruk dihadapan kita, maka itulah kebiasaannya. Langgam sahabat yang buruk..


If you can't to be a friend, don't be a disturber.
If you can't to be a friend, don't be a hurter.
Because, when we disturb and hurt, we are not a friend, moreover a bestfriend.

tapi..

"Siapapun bisa menjadi sahabat. Sahabat kepongahan atau sahabat kerendahhatian. Sahabat kelaliman atau sahabat kebenaran. Choose it."

_________
Salam sahabat,
@dianmartiandani

Sabtu, 07 Mei 2011

Penyakit "kecil" Dalam Diri

Sudah beberapa bulan lalu saya suka menyimak 'kicauan' pak Jamil Azzaini melalui akun twiternya, seorang motivator dan trainer yang saya 'kenal' dari twitter, sebelumnya gak tau siapa beliau ini. Ternyata kicauan-kicauan beliau membuat saya tertarik membuka catatan-catatan beliau di web pribadi beliau : www.jamilazzaini.com. Saya baca-baca catatan-catatan beliau yang inspiratif, lucu, menyegarkan dan membuat semangat :) Bagus pokoknyaa~

Eh, jadi kayak iklan yaaa~ :D

Sebenarnya seperti dicatatan saya sebelumnya tentang Siapapun adalah seseorang! Disitu saya pribadi berharap siapapun bisa menjadi motivator bagi dirinya, dan alangkah baiknya bisa memotivasi orang lain juga. Siapapun bisa menjadi seseorang dalam hal ini seseorang yang baik, menginspirasi, dan mampu menjadi teman bahkan sahabat melalui lisan, tulisan, dan sikap kesehariannya. Sehingga, seperti yang aa Gym bilang, mulailah dari diri sendiri, dan jagalah hati! (Halah, dilempar sendal!) Tapi beneraan~ ya sudah.. iya iyaa baca sendiri aja yang belum baca catatan saya yang itu ya.. :p *kepedean mau dibaca, dilempar sendal Crocs* :))

Nah! Habis buka-buka web pak Jamil itu.... saya merasa perlu menyebarkan info yang menurut saya sangat-sangat keren! JANGAN SEPELEKAN YANG KECIL.

Kita sering meremehkan yang tampak positif dalam segi kalimat, yang ternyata ini mampu menjerumuskan kita walau samar-samar dan perlahan. Hal-hal kecil ini, mampu menjadi penyakit dalam diri.. Hmm entah saya suka sekali bahas tentang hal ini, karena saya merasa membutuhkan sebagai pengingat. *serius* Hal yang saya maksud adalah kesombongan. (Catatan saya yang lain, yang menyinggung tentang itu di Life is So Short!)

Sebagai pengingat lagi, dari Abdullah ibnu Mas'ud RA berkata,
“Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan masuk kedalam surga, seseorang yang didalam hatinya terdapat kesombongan (takabur) seumpama biji sawi.”

Kata pak Jamil, beberapa contoh ”penyakit” kecil yang bisa menjerumuskan itu bisa merusak diri kita tanpa kita sadari. Berikut contoh-contohnya, "Saya sudah tahu ; Saya orangnya memang begini, dan  Hiduplah mengalir seperti air."

Saya sudah tahu. Saya tanya : emang apa yang kita sudah tahu? Wawasan keduniaan? Bekal agama yang merasa cukup? Atau pernyataan-pernyataan : Wah, saya tahu segalanya! Padahal, masing-masing manusia tidak lepas dari sifat lupa dan tidak tahu. (Qs Yusuf : 42, Al Kahfi : 24, dll) Kata pak Jamil, padahal dengan kita mengatakan : "Saya sudah tahu." sesungguhnyalah ketika itu kita telah berhenti berkembang. Orang lain terus maju berkembang dengan ilmu-ilmu barunya sementara orang itu stagnan dan akhirnya ditinggalkan zaman.

Saya orangnya memang begini. Kata beliau, "sering saya mendengar orang yang sedang dinasehati, ikut training maupun seminar yang berkomentar, “Saya orangnya memang begini, mau diapa-apain saja tidak akan berubah. Udah gak usah nasihatin saya, gak mungkin saya berubah…” Bila kita punya penyakit ini, maka hati kita semakin keras, tidak mau menerima nasihat dan tidak mau berubah ke arah yang lebih baik. Setiap masukan, kritik atau saran yang membangun dianggap sebagai hujatan dan penghinaan."
Kalau kata saya, kita jadi dianggap tidak mau menerima keadaan orang lain apa adanya, atau yang jeleknya kita dianggap terlalu ikut campur dengan pribadinya. "Ya emang gue gini, suka-suka gue.." Padahal dia sudah membuat kebencian dan kesedihan. *Ngaca, nunjuk-nunjuk muka sendiri*
(Catatan saya yang menyinggung masalah ini ada di Menjadi Diri Apa Adanya, atau???)

Hiduplah mengalir seperti air. Kata beliau, ada yang mengatakan kita tidak perlu merencanakan hidup kita, biarkan hidup itu mengalir toh setiap air yang mengalir selalu menuju ke laut.  Sebenarnya tidak semua air yang mengalir selalu menuju ke laut, ada juga yang ke comberan, septic tank dan tempat-tempat kotor yang lain. Bila Anda tak merencanakan hidup Anda jangan menyesal bila nanti di masa tua ternyata Anda berada di "comberan" (yang terakhir ini Jleb Jleb banget deeeh... T_T)

Semoga bermanfaat.
@dianmartiandani