Minggu, 11 Desember 2011

Cinta itu, harus SABAR.

Allah menciptakan manusia dengan perbedaan dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Kita tahu kedua jenis ini memiliki perbedaan karakter yang amat sangat mendasar, yg sangat berbeda. Walau kita mungkin tidak menyadari perbedaan itu karena kita fokus dengan diri sendiri atau kita memang mengabaikan perbedaan-perbedaan itu dan asyik begitu saja bergaul dengan teman laki-laki, saudara laki-laku, ayah, suami, dan lain-lain. Asyik dalam artian tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut. Padahal tanpa sadar, kita sering mengeluhkannya juga.
"Hiih, cowok tuh ya, ngga bisa apa ngerti perasaan perempuan, cuek banget sihh..." 
Padahal bagi laki-laki mungkin kita sebagai wanita ngga sadar, bahwa itu bukan cuek, tapi dalam pola pikir laki-laki mereka hanyalah mengambil sikap solutif, kitalah yang menangkapnya berbeda, "Ya sudah, gimana kalo kita bla bla bla, daripada kepikiran terus sama bla bla bla.. ngga nyelesain masalah.." Kurang lebih begitu lah ya.. :)

Lalu, dari judul di atas, saya bukannya ingin membahas soal percintaan terhadap makhluk bernama lelaki. Tapi lebih kepada secara umum. Tidak hanya cinta seorang istri terhadap suami, atau sebaliknya. Tapi juga seorang sahabat terhadap sahabatnya, seorang ibu kepada anaknya, seorang anak kepada orang tuanya, seorang kakak terhadap adiknya, dan lain-lain.

Manusia memang diberi Sang Pencipta dengan perangkat dalam diri yang disebut dengan hawa nafsu, suatu dorongan atau kehendak diri (jiwa, seseorang), yang dengan perangkat itu, hubungan percintaan antar manusia memerlukan perjuangan, usaha khusus untuk mempertahankan cinta agar tumbuh berkembang menjadi satu kekuatan, sebagai bekal semangat hidup manusia. Begitulah yang saya tangkap dari penjelasan pak Anis matta, seorang politisi yang romantis lewat tulisan-tulisannya tentang cinta.

(taken from google randomly)

Setiap manusia memiliki sisi egoisme, tapi yang membedakan adalah kadar dan satu perjuangan yang dilakukan untuk mengendalikan rasa egois yang ada.Sangat-sangat perlu kesadaran bahwa rasa egois adalah keniscayaan, dan saat itulah kata cinta membutuhkan perjuangan, saat itulah kalimat aku mencintaimu membutuhkan perjuangan. Butuh pembuktian. Sekali lagi, bukan hanya untuk seorang wanita kepada seorang pria, seorang istri kepada suami atau sebaliknya, tapi untuk seluruh manusia kepada manusia lain, dalam bentuk sahabat, anak, orang tua, saudara, dan lain lain.

Tak memungkiri, kita melakukan satu hal karna satu alasan, dan pada umumnya kita melakukan satu hal yang bagi kita menyenangkan karena kita mencintai hal tersebut, termasuk kita melakukannya ditujukan pada siapa. Lalu timbul dalam benak saya, menyadari bahwa dengan egoistik yang saya miliki, dan juga dimiliki oleh yang lain, maka kalau cinta, ya harus SABAR. Dengan kesabaran itu lah kita mampu mengendalikan rasa egois, dan lebih menampilkan perjuangan daripada rasa egois saat kita menyatakan cinta pada manusia lainnya. Saya percaya, meski cinta, akan hancur tanpa ada rasa sabar. Mendahulukan kewajiban, lalu tuntut hak dengan komunikasi yang baik. Sebelum kita menyesali situasi saat orang yang kita cintai "menjauh" karena kita lebih memilih ego daripada satu hubungan yang dibangun karena cinta.

Salam hangat dunia maya,
@dianmartiandani



Note :
Tulisan ini awalnya tulisan update biasa, sampai ada saran dari sis Yunda hamasah, seorang dokter yang aktif ngeblog, untuk mengikut sertakan tulisan ini di sebuah acara 5th anniversary Giveaway : Ce-I-En-Te-A pernikahan seorang blogger bernama mbak Anies :) Smg langgeng dan barokah ya mba, aaamiin ya Rabb..
Maka, tulisan ini saya edit sedikit di bagian judul. Semoga bermanfaat.. aaamiin :) makasih sis Yunda..

12 komentar:

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

kalo sabar tandanya cinta :D

Dian Eka mengatakan...

Jadi klo blm sabar, cinta nya msh perlu dipertanyakan kesungguhannya kan ya? hehe.. *mengingatkan diri*

Chyko mengatakan...

Terimakasih atas kesabarannya selama ini, bahkan hingga detik ini. Aku mencintaimu karena Allah, kak..

Dian Eka mengatakan...

@adek syg. Makasih jg atas cintanya ya, bee.. :)

Langit mengatakan...

Tulisan yang memotivasi buat saia,

nice, thx udah share, :)
salam.

Yunda Hamasah mengatakan...

Tulisan tentang "cinta' yamg bagus sekali, coba ikutkan di http://zoothera.wordpress.com/2011/12/01/5th-anniversary-giveaway-ce-i-en-te-a...

agar makin banyak orang yang membacanya ;)

Salam hangat dari Palembang yaa...

al kahfi mengatakan...

dan kalau cinta harus perhatian jgn tunggu di perhatikan,,,,:) salam oh ya perdana juga disini,, skalian izin follownya

Dian Eka mengatakan...

@mb yunda. Wah, selamat dtg di blog saya.. ^^ sarannya sgt patut dicoba, makasih mba...

@al kahfi. Dan memberi perhatian itu butuh kesabaran, apalagi berbalas yg tak sama ya.. subhanallah.. Makasih yaa berkunjung di sini :)

Zh!nTho mengatakan...

iya nih aku lagi mencoba sabar dalam menghdapi namax cinta

Iman mengatakan...

Sabar hingga mampu membuktikan bahwa cintanya memang sungguh2 dan tulus, Nice share Dian :)

Dian Eka mengatakan...

@langit. Semoga bermanfaat ya, utk semua, apalagi saya..

@zhinto. Haruuuss.. :)

@mas Iman. Makasih mas.. :) AYo buktikan pd cici! Iya dong cici, masa om brad #eh hehe..

zoothera mengatakan...

Insya Allah kita bisa terus belajar menjadi manusia penyabar supaya bisa selalu dipenuhi dengan cinta.. aminnn

Linknya udah diapdet di list peserta yaakk... makacichhh :)