Selasa, 28 Juni 2011

Topeng

Aku berjalan menebar semerbak aroma kesombongan. Lenggokku, menebas tunduknya pandangan. Aku bangga! Pemandangan yang mempesona tanpa penutup menjadi bagian yang paling kusuka. Ah, wanita.. itulah aku, si penebar pesona!


Angin menyegat kasar, menyibak kain yang panjang menutupi sebagian besar tubuhku. Seketika tangan melesat menahan sesibak kain. Oh, nyaris hijabku tercerabut! Tp aku malu. Andai mereka tahu hijabku ini hanya topeng...


Aku cantik! Sudah seharusnya mereka menyukaiku..


Aku.. siapa aku? Pantaskah mereka menyukaiku..


Apa?! Kenapa harus ada aturan wanita harus berkata lemah lembut?


Allah, sungguhkah aku Engkau ridhoi dengan keadaanku sekarang?


Hei, sudahlah... Aku bangga dengan diriku sekarang, jangan banyak mengaturku!


Aku hanya mengharap belas kasih dan tuntunan-Mu, dengan bagaimanapun aku..


"Jika manusia selalu takut dan sibuk memikirkan penilaian orang lain. Niscaya ia sulit menemukan dirinya dalam pribadi yang dewasa dan matang. Sibuk mengemas topeng, lupa mengemas hati. Mengaku tidak sibuk mengemas topeng, tapi juga tidak mengemas hati." - Abdullah Gymnastiar

10 komentar:

AuL Howler mengatakan...

Makasih kak :)

Aul juga suka blog kakak

Dian Eka mengatakan...

Makasih aul.. :)

dindasaurus mengatakan...

holllaaa mbaaaak tengkyu udah nyasar dan terdampar ke blog sayahh =)

Lita Uditomo mengatakan...

haii dian, mampir balik...salam kenal juga ya...nice blog..;)

Lita Uditomo mengatakan...

haii dian, mampir balik...salam kenal juga ya...nice blog..;)

Fiz mengatakan...

Jadi ingat sebuah track punya Peterpan, "Buka dulu topengmu, kan kulihat warnamu"

Salam kenal :)

sukanitha mengatakan...

setuju...

#sukabanged

Nashrul mengatakan...

apa mngkin topeng-2 berkeliaran,
godaan bagi penegak syariat memang banyak mbak,,, dia akan slalu membisk-bisik di dalam hati,,
tetep teguh ya!

ra mengatakan...

makin banyak orang pake topeng ya...

zone mengatakan...

harus percaya pada diri sendiri seperti naruto......