Senin, 18 April 2011

Siapapun adalah seseorang!

Saya suka sekali baca buku-buku motivasi, cerita-cerita pengalaman hidup seseorang, psikologi manusia (masyarakat) dan sejenisnya. Sebuah hal yang menyenangkan ketika saya mampu mengunyah dan mencerna setiap detil cerita yang dituliskan oleh penulisnya. Tentu saja, satu syarat yang harus ada saat membacanya adalah, kisah yang diceritakan dibersamai dengan kesimpulan hikmah yang dipulangkan pada Sang Pencipta kehidupan.

Beberapa hari yang lalu, saya dapat kado ulangtahun, salah satunya sebuah buku berjudul Notes From Qatar. Buku ini berisi tulisan-tulisan, bagaimana seorang penulisnya (Muhammad Assad) menjabarkan detil pengalamannya menjadi sebuah hikmah yang sangat luar biasa, lengkap dengan bagaimana ia mengaitkan kisahnya dengan Sang Pencipta dan penggenggam hidupnya. Sederhana, jelas, padat, dan berbobot.

Segala sesuatu, sebenarnya diawali dari sebuah kisah sederhana, teman. Bahkan ketika bangun tidur dan mengerjapkan mata karena masih tersisa kantuk pun, kita bisa mengisahkan sebuah hikmah. Renungkan, apa yang bisa kita siapkan jika kita dalam bahaya, sedang kita dalam keadan tidur? Maka, sehebat apapun penjagaan yang sempurna dikerahkan oleh seorang manusia, tak ada yang sanggup memastikan kita aman, meski dalam keadaan terjaga sekalipun, apalagi saat tidur.

:) hehe tentu bukan untuk nakut-nakutin, di dunia ini tak ada yang tidak pernah tidur. Jadi, ada hikmah yang bisa diambil dari sebuah kejadian 'sederhana' tersebut : Bahwa manusia tidak akan bisa melebihi daya upaya Sang Pemilik langit dan bumi, meski dengan segenap kekuasaan dan kekayaannya.

"dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu)."
- Qs Al Ankabut : 39

Mereka, contoh sosok yang hancur karena sombong atas kekuasaan dan kekayaannya. Dan inilah contoh hikmah dari rasa Maha PengasihNya Allah kepada hambaNya, disaat tak berdaya (tidur). Nah, dari buku yang saya baca itu, saya berkesimpulan, Assad just an ordinary man, with million extraordinary thoughts! Allah loves him. Setiap catatan-catatan nya ia jabarkan di buku itu dari sebuah kisah-kisah sederhana menjadi luarbiasa. Lalu banyak orang yang terinspirasi dari setiap kata-katanya. Suka ^^  Tapi sesungguhnya...

Siapapun adalah Seseorang!

Ya, itu yang ingin saya katakan. Tadi pagi saya ngetweet melalui akun twitter saya tentang sebuah rasa yang sangat bahaya jika dimiliki seorang manusia. (hehe lebay ah) Tapi serius.. :) rasa itu diketahui dengan sebutan sombong. Sang rasul saw mendefinisikannya sebagai berikut : "Sombong itu merendahkan orang lain dan menolak kebenenaran." - HR Muslim dan Tarmidzi. Tentu bahaya bukan, jika kita merendahkan orang lain (yang belum tentu kita lebih baik darinya) dan menolak kebenaran (yang jelas-jelas baik untuk kita). Na'udzubillahi mindzalik..

Berikut tweets saya tadi pagi yang sengaja saya beri hastag #IngatkanDiri :

Di atas langit masih ada langit, tundukkan hati dr keangkuhan nan tinggi, merasa lebih hebat dan memandang rendah org lain. #IngatkanDiri 


Yahudi sgt mbanggakan kecerdasannya, hingga lupa perintah tuhannya yg dirisalahkan o/ nabi2 mereka. Kesombongan menutupi hati. #IngatkanDiri 


Apa yang sbnrnya membuatmu bangga diri dihadapan manusia? Padahal tak pernah tahu kemana kita berpulang, syurga atw neraka. #IngatkanDiri 


Mntertawakan kesalahan orglain, pandang sebelah mata & mngeluarkan kata2 sindiran mnghina, seolah kita selamat dr nerakaNya. #IngatkanDiri 









Allahu a'lam bishshowab.

8 komentar:

vivi mengatakan...

like this sist ^_^

sombong itu hanya pakaianNya :)

daur ulang mengatakan...

keduaxxxx.....

bener bangad postingannya, sekuat apapun dan sehebat apapun penjagaan yang kita lakukan(manusia) jika yang di atas berkehendak lain maka akan terjadi..

iLLa mengatakan...

believe me,, tadi nahan2 diri untuk gak nengok ke sini dulu sebelum selese posting juga, and see...
kita sebenarnya menulis tema yang sama, walau secara tersirat. Bahwa kita tidak punya hak untuk terlalu jauh berkomentar sana sini tentang kebobrokan orang lain, karena kita tidak pernah tau siapa di antara kita yang paling baik :)
nice,,

as nice as met you ystday :)

dian eka mengatakan...

@vivi. Yup betuL :)

@daur ulang. Ini ricky?

@iLLa. Sdh baca dan ninggalin jejak jg, nyambung banget ukh catatannya! Introspeksi diri lalu maju jalan.. :) alhamdulillah sempet ketemu ya kmrn.. seneng

Nufri L Sang Nila mengatakan...

Siapapun adalah seseorang! <<< judulnya kerennn ... bikin di twitter ahhh...boleh kan?...

:)

dian eka mengatakan...

Nufri. Boleh silahkan.. :) suruh mampir ke Blog sini ya :D

Nova Miladyarti mengatakan...

suka banget mbak dian.
jadi bahan renungan buat saya. syukran jazakillah telah berbagi:)

Dian Eka mengatakan...

Nova yang baik. Wa iyyaki :) berharap setiap tulisan bermanfaat.. Makasih yaa sdh bertamu hehe..