Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Pretty Little Liars

Saya percaya, banyak dari manusia di bumi ini mempunyai dark side alias sisi rahasia yang ingin "dirapikan"-nya. Saya terpikir ini lagi setelah melihat serial tv Pretty Little Liars yang lagi hangat di Amerika Serikat. Diangkat dari buku serial dengan judul yang sama, karangan Sara Shepard. Ada yang pernah dengar? Atau malah ngikutin serialnya? Yang saya tahu, harus langganan tv kabel dulu supaya bisa nonton serial ini, tepatnya di channel ABC Family, di bawah Disney Group. Sebenarnya bukan mau mereview serial tv ini sih, tp izinkan saya menceritakan empat tokoh ceritanya ya.. Awal tahu ada serial tv ini bukan karena lihat tayangan iklannya di TV, bukan, wong di rumah aja ngga punya tv hehe.. tapi dari iseng-iseng menjelajah situs Youtube, lalu terdampar di salah satu video singkat tentang serial tv ini. Akhirnya malah penasaran..

Secara garis besar cerita Pretty Little Liars tidak jauh dari judulnya, persahabatan 4 remaja cantik di satu sekolahan di kota Rosewood, yang mempunyai rahasia masing-masing, yang ingin ditutupi dengan berbagai kebohongan. Sebenarnya persahabatan mereka awalnya terdiri dari 5 orang, tapi di saat rahasia mampu mereka simpan rapi, tiba-tiba satu dari mereka berlima menghilang secara misteri, dan sejak saat itu, mulai muncul teror oleh satu sosok yang tak diketahui, yang menginisialkan diri "A" mengancam akan membongkar rahasia mereka, bahkan mereka berempat mulai mendapat tuduhan bahwa mereka lah yang membunuh satu sahabat mereka itu. Mereka berempat adalah : Aria Montgomery (diperankan Lucy Hale), Spencer Hastings (diperankan Troian Bellisario), Hanna Marin (diperankan Ashley Benson), dan Emily Fields (diperankan Shay Mitchell), terakhir sahabat yang menghilang secara misterius itu bernama Alison DiLaurentis (diperankan Sasha Pieterse). Benar, serial tv yang diangkat dari buku cerita berseri ini memang mengangkat jalan cerita misteri yang menuntut rasa penasaran, bahkan di beberapa adegan menunjukkan beberapa petunjuk siapa pelakunya, agak-agak berbau detektif. Menarik.


Pemeran Aria, Hanna, Spencer, dan Emily

Rahasia-rahasia mereka masing-masing antara lain, sebuah hubungan percintaan seorang murid dengan guru muda mereka dan mempunyai adik yang suka mencuri (klepto), rahasia ini dimiliki Aria. Sebuah hubungan percintaan rahasia seorang adik yang menyukai kekasih kakaknya, rahasia ini dimiliki Spencer. Bersusah payah memelihara penampilan dan penyakit bulimia yang dirahasiakannya, rahasia ini dimiliki Hanna. Terakhir, rasa cinta pada seorang Alison yang dirahasiakannya dari teman-teman dan orangtua sendiri, rahasia ini dimiliki oleh Emily. Yes, Emily menyukai Alison bukan sekedar seorang teman.

Lalu kita, saya, dan setiap orang kebanyakan, saya percaya juga menyimpan rahasia yang memang ingin disimpan rapi. Setidaknya satu, dan yang membedakan adalah kadar bahaya dan kerugian yang ditimbulkannya. Saya secara pribadi menghargai tiap sisi rahasia yang dimiliki orang lain yang memang ingin disembunyikannya. Secara sadar memaklumi, karena setiap rahasia bagi saya adalah keniscayaan, selagi tidak mengakibatkan satu bahaya atau kerugian bagi orang-orang disekitarnya kelak, misalnya : penyakit yang kita malu mengakuinya atau keadaan keluarga yang kita tutup-tutupi tapi disisi lain harus menikah, tentu saja jika terus dirahasiakan ini akan merugikan pasangannya kelak.

Well, karena rahasia adalah keniscayaan, selamat menyimpan rahasia itu teman..   Jagalah selagi itu tidak merugikan siapapun, dan cukup menjadi rahasia berdua dengan Sang Pencipta. Ada yang mempunyai pendapat lain?



Sabtu, 17 Desember 2011

Benerin genteng? Why not.

Adik laki-laki ibu datang dari Yogja. Beliau hendak menghadiri satu acara di Jakarta. Karena beliau adik laki-laki ibu, otomatis beliau adalah om saya. Di Jakarta beliau sedang ada semacam penyegaran atau pengarahan yang berhubungan dengan radiologi dari BAPETEN, Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Wuih, canggih bener ya kesannya. Beliau seorang dokter di Yogja, spesialisasi radiologi, dan saya memanggilnya, Om Anto. Seorang yang sangat-sangat berjasa untuk keluarga, karena beliau pula yang membantu biaya kuliah adik saya di kampus gajah duduk di Bandung. (semoga ngga ada mahasiswa ITB yang baca hehe..)

Jelas ini bukan atap rumah saya.. hehe..


Lalu, kehadiran Om Anto ini apa hubungannya sama genteng? hehehe.. Setelah menjemput beliau di stasiun Gambir pukul 8-9 pagi, saya mengantarnya sekaligus memandu beliau menuju lokasi acara, di hotel Peninsula Slipi. Terbilang daerah yang tidak asing buat saya. AlhamduliLlah, tidak ada istilah tersesat, kecuali macet seperti biasa. Setelah sampai di lokasi, saya mengarahkan jalur pulang pada beliau, menyarankan taxi yang bisa dipercaya, menyarankan tips naik taxi (kaya yang sering naik taxi aja!), dan daerah-daerah yang bakal dilewati menuju rumah di kebon jeruk, kemudian saya pamit dan kembali ke aktivitas pribadi. *cium tangan*

Hubungannya dengan genteng tersebut adalah..... ketika Om Anto telah sampai di rumah setelah acara hari pertama beliau selesai, beliau tidak lama duduk di ruang depan, ngobrol dengan ibu soal bocor padahal genteng  belum lama diperbaiki oleh tukang panggilan, dan beliau sama sekali belum ganti baju, langsung naik genteng! Saya cuma bengong, lihat om Anto yang langsung manjat-manjat dan dengan entengnya berkata, "Lha itu genteng'e geser ngono.." Sambil menunjuk rentetan genteng yang bermasalah. Sret sret.. beliau sudah mencungkil-cungkil dan seterusnya. "Tuku semen, yan." Perintah beliau untuk membeli semen, saat itu juga! Akhirnya, sore itu, tepatnya senja itu, saya berduet dengan Om Anto untuk membereskan genteng yang geser dan menghasilkan lubang cukup lebar, cukup membuat air langit langsung terjun ke dalam. Fyuh~

Pelajaran berharganya, ternyata kebocoran yang dihasilkan genteng geser tersebut bukanlah masalah yang rumit dan sulit seperti dalam bayangan saya, terutama bagi saya sebagai seorang makhluk bernama perempuan. Sungguh, saya mendapatkan pelajaran bagaimana cara benerin genteng. Serius, saya bersyukur! (yang jadi suami saya kelak dapat bonus ini nanti, haha..)

Pelajaran berharga selanjutnya, JANGAN MENUNDA satu hal, setidaknya mencoba sebelum memutuskan saya tidak bisa. Malu juga sama Om yang masih lelah dari Yogja sejak pagi, lalu mengikuti acara sampai sore, kemudian masih melanjutkan pula membereskan genteng biang bocor itu. Semoga Allah membalas kebaikan beliau dan memberkahi beliau, aaamiin..

Lha terus dua adik cowok saya kemana? Satu kerja di Bandung, satu lagi kerja di pelosok hutan Kalimantan.. Oleh karena itu, sayalah yang digembleng untuk jadi perkasa di sore itu.. T.T

Salam hangat dunia, selamat berakhir pekan.. :)
@dianmartiandani

Selasa, 28 Juni 2011

Topeng

Aku berjalan menebar semerbak aroma kesombongan. Lenggokku, menebas tunduknya pandangan. Aku bangga! Pemandangan yang mempesona tanpa penutup menjadi bagian yang paling kusuka. Ah, wanita.. itulah aku, si penebar pesona!


Angin menyegat kasar, menyibak kain yang panjang menutupi sebagian besar tubuhku. Seketika tangan melesat menahan sesibak kain. Oh, nyaris hijabku tercerabut! Tp aku malu. Andai mereka tahu hijabku ini hanya topeng...


Aku cantik! Sudah seharusnya mereka menyukaiku..


Aku.. siapa aku? Pantaskah mereka menyukaiku..


Apa?! Kenapa harus ada aturan wanita harus berkata lemah lembut?


Allah, sungguhkah aku Engkau ridhoi dengan keadaanku sekarang?


Hei, sudahlah... Aku bangga dengan diriku sekarang, jangan banyak mengaturku!


Aku hanya mengharap belas kasih dan tuntunan-Mu, dengan bagaimanapun aku..


"Jika manusia selalu takut dan sibuk memikirkan penilaian orang lain. Niscaya ia sulit menemukan dirinya dalam pribadi yang dewasa dan matang. Sibuk mengemas topeng, lupa mengemas hati. Mengaku tidak sibuk mengemas topeng, tapi juga tidak mengemas hati." - Abdullah Gymnastiar

Senin, 23 Mei 2011

Pelangi Anak : Pelajaran di Setiap Hal

Waktu yang efektif bagi seseorang untuk merenungi sesuatu adalah di saat sendiri. Di saat seperti itu, ia hanya akan berdialog dengan diri dan Zat Yang Maha Tinggi. Di tulisan saya Diam adalah Emas, salah satu waktu untuk kualitas merenungi kekuasaan Allah dalam diri dan sekitarnya adalah saat diam. Terdapat ruang di sana untuk merenung. Di ruang diam (sendiri), ia membicarakan dirinya sebagai manusia yang kapanpun bisa menjemput maut, entah kapan.

Namun ada satu waktu yang tak melulu harus menyendiri untuk merenungi sesuatu hal atau kejadian. Dalam artian tidak benar-benar sedang sendiri. Di saat keramaian mengelilingi diri kita pun, kesendirian bisa terasakan. Di saat inilah, siapapun bisa saja merenungi apa-apa yang ia lihat dan ia dengar. Saya tidak akan membicarakan diri saya. Yang ingin saya bagi adalah sebuah kejadian yang membuat saya merenung ketika saya sedang sendiri di tengah keramaian.

Masing-masing orang mempunyai latar belakang yang berbeda. Cara didik orang tua, sikap lingkungannya, kebiasaan dalam keluarga, dan lain-lain. Semua menjadi faktor pembentuk pola pikir dan karakter seseorang dalam mengambil keputusan. Sekecil apapun besar resikonya. Tiap kejadian di sekitarnya, dari lahir hingga mampu berpikir, akan menjadi bagian-bagian memori yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar seseorang. Yang akan berperan besar dalam membentuk  sikap seseorang dalam menghadapi sesuatu. Sekecil apapun masalahnya, seremeh apapun kejadiannya.

Suatu hari, di perjalanan pulang dari kegiatan. Di sebuah shelter Busway di grogol - Jakarta Barat. Saya melihat pemandangan ibu dan dua anaknya yang sedang menunggu Busway, saya juga. Terjadilah sesuatu yang membuat hati saya sedih. Yakni kalimat-kalimat yang terlontar dari si Ibu ketika anak-anaknya yang masih berusia 9-10 tahun saling bercanda tawa.
"Heh! Diem kagak lo!? Kalo kagak gua dorong juga lo!" Sambil nyubit lengan si anak yang tersenyum kecut, mungkin menahan malu dan sakit.
Antara kaget dan bingung dengan jalan pikiran si ibu, saya hanya terdiam memandang kejadian itu dengan pilu. Hanya bisa menyebut nama Allah.. apalagi saya belumlah pantas menilai sikap barusan. Sedih. Lalu suatu hari, di pengajian rutin saya biasa hadir. Tak terlalu jauh dari rumah. Ada rasa bahagia ketika berjumpa dengan teman-teman di sana. Bagi saya lebih tepatnya sekumpulan saudari-saudari seiman :) Oke, bukan itu yang mau saya bahas hehe.. Nah, salah satu teman membawa anak batitanya. Usianya mau 3 tahun. bayi yang lucu, menggemaskan, dan ramah >,< Hingga akhirnya, si bayi menumpahkan susu kemasan yang mau diminumnya. Olala, tumpah di bajunya dan alas di mana kami duduk. Si ibu marah! Ya, marah. Begini marahnya,
"Eh.. Udah ya dedek.. jangan ditekan-tekan dong pintar! Udah disedot aja, jangan ditekan... Umi nggak bawa baju ganti dedek.." Sambil mengelap tangan batitanya yang belepotan susu dengan tisu. Si batita sedikit tersipu malu karena merasa bersalah, dilihat teman-teman uminya, termasuk saya yang tersenyum gemas padanya.
Di lain situasi. Ketika saya berada di sebuah lokasi tempat saya bekerja. Ada kejadian yang berbeda lagi dari dua kejadian di atas. Seorang anak yang cantik, pintar, lincah, dan percaya diri. Di sela-sela pekerjaan saya yang hanya sebagai asisten saat itu, saya memandang kejadian yang membuat saya tanpa sadar merekamnya. Si anak asyik dengan gadget bukan miliknya, iPod touch yang bagi saya merupakan barang canggih. Tidak akan saya jabarkan detil karena saya gagap teknologi.. :p Dia taruh Blackberry miliknya.
"Mama... keren iPod nyaa.. nanti beliin ini yaa.. yaa yaa...?" Sambil tetap asyik, orang-orang disekelilingnya senyum-senyum kepadanya, memperhatikannya.
"Nanti aja ya.." Mamanya berkata
"Aaah nggak, pokoknya iyaa... oke okee..." dan si ibu diam.
Lalu, salah satu orang dewasa disebelahnya berkata, "Iiih, kamuu pinter banget, gemes deh.." si anak satu-satunya anak-anak disitu.



Saya termenung dengan tiga situasi yang berbeda ini. Antara senyum gelisah, sedih, prihatin, khawatir lalu entah apa rasa yang tepat untuk menyimpulkannya. Bersyukur masih ada yang begitu santun dan mendidik kepada anaknya. Sudah pasti akan banyak timbul pendapat dari kejadian-kejadian itu. Saya, yang belumlah sempurna diin nya.. (masih separuh karena belum menikah :p) tentu tak banyak yang bisa saya bahas. Karena tentu menyangkut hal bagaimana seorang IBU mendidik anaknya, memberikan contoh perbuatan (baik maupun buruk), menghadapi sikap-sikap tingkah laku anak, belumlah lagi menghadapi suami atau ayah anak-anaknya, yang saya BELUM ALAMI :')

Namun saya tetap ingin mencobanya, mencoba menyinggungnya dari sisi si anak. Yang pertama, saya yakin, si anak tidak tahu dimana letak kesalahannya, yang ia tahu, ibu nya tidak suka dia bercanda tawa. Artinya, bercanda tawa adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukannya. Ini yang akan menjadi memori seumur hidup dalam pikiran bawah sadarnya. Yang kedua, si anak menangkap bahwa saat minum susu kemasan tidak boleh ditekan, dan kejadian barusan baginya sebuah pelajaran, ibu nya marah, tapi ia tetap anak pintar. Tidak ada tekanan atau sikap yang menyakitkan. Yang direkam pikiran bawah sadarnya adalah, ibunya mempercayainya bahwa ia pintar, dan ia salah ketika ia menekan kemasan hingga susu tumpah mengotori baju satu-satunya, karena ibunya tidak membawa baju ganti. JANGAN SALAH, semua ini benar-benar akan direkam oleh pikiran bawah sadar si anak. Di saat otak dan akal belum mampu membedakan mana yang salah dan benar, dan karena anak-anak belum memakai hawa nafsu, maka pikiran bawah sadar yang murni dan jujur lah yang merekam tiap kejadian yang di alaminya. Yang ketiga, si anak merasa setiap yang dilakukannya adalah hal wajar, tidak salah. Jika terus dibiarkan pikiran bawah sadar anak akan menyimpan pola pikir ini hingga dewasa. Apalagi jika ia terus berada dikeliling orang-orang dewasa yang memuji-mujinya, tanpa teguran atau nasihat.

Semoga para wanita, khususnya muslimah, mau terus belajar untuk terus mendidik dirinya, untuk mendidik anak-anaknya.. aamin
Salam hangat, @dianmartiandani

Kamis, 21 April 2011

Kartini Seorang Muslimah

Selamat ulang tahun bunda, semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, dan menerima segala kebaikan dan perjuanganmu sebagai seorang muslimah. Aamiin..

Hari ini tanggal 21 April 2011, 132 tahun yang lalu seorang bayi cantik lahir ke dunia di sebuah kota di Jawa Tengah, Jepara nama kotanya. Dia lah bayi yang kelak menjadi sesosok wanita jawa yang sederhana, elegan, anggun, cerdas, dan memiliki semangat yang tinggi untuk berilmu. Raden Adjeng Kartini. Ia wanita sederhana, bersih hati, keturunan ningrat sekaligus keturunan tokoh agama dari sang bunda, dan berjiwa pemimpin. Garis keturunan yang nyaris sempurna ini tak membuatnya sombong dan menjadi tak peduli akan sekitarnya. Kebersihan hatinya lah yang membuatnya berontak akan ketidakadilan yang terjadi di depan matanya.

RA Kartini, sejak di usia remaja menjadi sosok yang pemikir, penuang ide dengan berani. Lalu lingkungan ibu beliau yang dari seorang kiyai, secara langsung membentuknya sebagai sosok muslimah moderat yang cerdas dan berbudi luhur. Ia bukanlah pemberontak agama, justru ia cerdas mempertanyakan ketidakadilan yang terjadi pada wanita-wanita jawa atas ilmu, pembelajaran, dan pengetahuan akan lingkungan sekitarnya. Sedih akan pelarangan wanita-wanita jawa 'jelata' untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ia tuturkan cita-citanya untuk menjadi Guru, namun harus pupus karena beliau telah dinikahkan.

Beliau sungguh wanita pecinta ilmu dan rindu untuk membagikannya pada sesama kaumnya. Suatu ketika mendapat pengalaman buruk saat mengaji Al Qur'an di usia remaja. Karena kekangan Belanda, Al Qur'an dilarang untuk diterjemahkan, saat itulah beliau mempertanyakan pada guru ngajinya arti dari sebuah ayat yang dibacakan dan kemarahan yang diterimanya. Pada seorang ulama besar dari Semarang yang sedang mengisi pengajian keluarga di rumahnya lah beliau mencurahkan perasaannya, dan menunjukkan kecintaannya pada ilmu, khususnya ilmu agama Islam. Ulama tersebut, Kiyai Muhammad Shalih ibn Umar as Samarani. Bunda Kartini berguru langsung dan kepada Kiyai Shalih, ia memohon menerjemahkan Al Qur'an kedalam bahasa Jawa, demi keterangan ilmu agar lebih dipahami. Kemudian terjemahan Al Qur'an tersebut menjadi hadiah pernikahan bunda Kartini dengan Adipati Rembang (1903) dari sang guru, kiyai Shalih.

Door Duisternis Toot Licht...


Inilah kalimat yang sering beliau tulis berkali-kali dalam suratnya kepada sahabatnya Mrs. Abandenon. Ia begitu terinspirasi dari terjemahan Al Qur'an yang beliau dapat selama berguru pada Kiyai Shalih. Ia begitu berharap akan rahmat Allah agar terus membenderanginya. Ia curahkan mimpinya dalam suratnya kepada Ny.Van Kol, 21 Juli, 1902, yaitu: “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.”


Kalimat yang begitu bermakna bagi beliau itu dalam bahasa Indonesia sudah sangat menyejarah, yakni : "Habis gelap terbitlah terang.." Yang didalam Al Qur'an, ada pada ayat 257 di Surah Al Baqarah : "...Minazhzhulumaati ilannuur.." Terbukti, bahwa beliau seorang muslimah yang begitu mencintai ilmu agama Islam. Allah Maha Berkehendak, setiap taqdir ada hikmah disebaliknya, setelah kiyai Shalih wafat, beliau belum rampung mempelajari Al Qur'an dalam bahasa Jawa, dan dengan kisah hidupnya berkeluarga dengan adipati Rembang yang singkat (1903 - 1904), kemudian beliau wafat 4 hari setelah melahirkan puteranya yang pertama dan terakhir (R.M Soesalit), di usia 25 tahun.


_______

Semoga muslimah tak pantang menyerah untuk terus mempelajari jutaan ilmu yang terserak di sekitar kita lalu mencintainya dengan segenap jiwa, di sebuah madrasah kehidupan... hmmm :) Aamiin..

Salam hangat untuk seluruh muslimah Indonesia,
@dianmartiandani

Jumat, 19 November 2010

WOW : Ajaibnya Wanita!

Membahas tentang wanita dan atribut yang nempel dalam sosok wanita sepertinya gak akan ada habisnya. Menarik, unik, rumit, sensitif, sok kuat, kuat beneran, gampang nangis, cengeng - eh sama aja tau!, cantik - gak mungkin ganteng kan!, penyayang, pinter masak - yg pinter!, dan kawan-kawannya, dan satu yg konon katanya sering disimpulkan laki-laki (eiya gak sih?) bahwa wanita itu : nyebelin. AH MASA!!? *singsing lengen baju, ngajak berantem* *eh gak jadi ding, aurot* :D

Saya baru selesai baca tulisan seorang blogger, dari info yang saya dapat, beliau dipanggil mbok venus (pendiri web ngerumpi.com) beliau bercerita tentang wanita itu cantik dengan segala karakter dan sifat masing-masing. Dalam kerangka pikir saya, wanita itu kesimpulannya adalah AJAIB. Sungguh, banyak kisah yang pasti sudah teman-teman baca tentang tokoh-tokoh wanita yang dengan keajaibannya masing-masing mampu menyejarah. Tentu saja sejarah ini cukup sebagai bekal yang positif, diketahui, dihayati, dipilih, mana yang layak jadi contoh.

Tentu saja pernah baca kan kisah syahidah pertama, sumayyah walau mungkin sepintas, atau tentang dahsyatnya 'pesona' cleopatra, atau kisah agung dan penuh cinta, bunda khadijah, atau kisah wanita suci yang diistimewakan Allah swt, bunda maryam, atau kisah-kisah wanita zaman jauh melompat setelah mereka di atas? Seperti, prestasi ratu elizabeth II yang menjadi ratu di usia 26 th (sampai sekarang, 84 th), kemudian mantan menantunya yang menawan, princess of wales Diana (nama saya!!) atau yang indonesia punya, pahlawan muslimah nan anggun Cut Nyak Dien, pahlwan muslimah nan lembut hati yang terkenal dengan istilah "Habis gelap terbitlah terang", bunda Kartini. Atau wanita-wanita Indonesia yang berpengaruh lainnya, yang kalo disebutin satu-satu panjang, jadi mending search sendiri di google ya hehe.. 

Yang pasti, semua mempunyai pengaruh, baik positif maupun negatif. Termasuk kita, yg termasuk dalam generasi muda (hmmmmmm.. katanya sih dibawah 30 msh termasuk Gen-Youth, hehehe..) Apapun karakter dan sifatnya seperti yang mbok Venus cerita di blog nya, menurut saya, tetaplah memiliki prestasi, entah kecil maupun besar, dimata orang yang mencintai, sampai orang yang tak dikenalnya sekalipun. Setuju kan?

Inti keajaiban wanita bagi saya adalah, ia kuat. Selemah apapun perasaannya, fisik yang tak sekuat lelaki, atau mungkin pengaruh yang tak sekuat pria, apapun itu, wanita itu KUAT. Ada hadits rasul saw, “Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR Bukhari) Hayati lagi maknanya, memang semua itu benar, bengkok dalam hadits itu adalah menjauh dari kebenaran. "Waduh mbak, kayaknya kok rendah banget ya wanita itu..." Hehe.. ya jangan dipahami begitu, Allah adil kok, klo laki-laki yang memahami hadits ini kemudian sombong dan merasa lebih hebat, RASAKAN nanti akibatnya!! *lhoh, emosih sayah* :D etapi bener, Allah Maha Adil dengan segala yang terjadi di langit dan di bumi, so, hadits ini tak akan membuat wanita menjadi hina, karena hina hanyalah akibat dari perbuatan sendiri yang amoral dan jauh dari agama.

Rusuk. Apa sih fungsi rusuk itu? Yang saya tahu, dengan kemiskinan saya tentang anatomi tubuh, fungsi rusuk antara lain melindungi jantung dan paru-paru. Melindungi "kehidupan". Maka kesimpulan bahwa wanita itu kuat, gak salah kan? Silahkan lho klo ada pendapat lain ;)

Nah, iseng-iseng saya buka situs http://www.iknow.co.id/wow/  Yang laki-laki gak usah ikutan buka ya :p Saya tertarik dengan situs ini karena satu hal, yakni istilah : WOW, Why Only White. Yang sebenarnya sudah lama saya dengar, tapi baru sekarang saya buka hehehe.. sempet jadi hastag menarik di twitter.com tapi tetep belum tertarik juga waktu itu. Hal ini amat berhubungan dengan karakter dan sifat wanita dengan keajaibannya masing-masing. Mengapa hanya putih? Padahal ada merah, biru, hijau, kuning, dll. Pertanyaan ini menurut saya pertanyaan yang mengajak para wanita membuka diri dengan hal-hal selain "putih" yang membuat mereka menjadi pesona dan keajaiban sesuai dengan dirinya. Satu hal yang penting diperhatikan, selagi hal itu tidaklah keluar dari moral dan agama yang diajarkan. Yang menarik dari web ini adalah, ini! : 

Ini hasil test personality saya yang ada di web tersebut :D *ya ampun, miss perfect? -,-

Sebenarnya sih, web ini untuk adek-adek saya hehehe.. makanya ada kata little sebelum kata miss :p makanya di awal saya tulis, saya cuma iseng, karena bagi saya ini hanya info yang belum tentu 100% benar, bagi saya seperti ramalan bintang, atau kuis-kuis aplikasi yang ada di FB. *mulai kan bela dirinya alias ngeles* Bagusnya, hasil yang baik membuat sedikit tambahan semangat untuk percaya diri lagi :D 

Wanita, dengan berbagai karakter dan sifatnya perlu dukungan dan penghargaan, itu hak. Untuk terus membaik, untuk terus menghebat dan menyejarah dengan prestasinya bagi keluarga, orang-orang yang dicintai ataupun orang-orang yang tidak mencintainya sekalipun. Tapi sehebat apapun wanita jika keluar dari fitrahnya, keluar dari moral dan aturan agama, saya rasa akan memanen apa yang ditanam. Allah Maha Adil lagi Maha Pengasih Sayang.. :)

Wallahu a'lam bishowab