Senin, 30 Agustus 2010

Satu kata : IKHLAS

Terkadang, saat kita begitu sangat mencintai seseorang, saat itu juga kita akan merasakan satu rasa : takut kehilangan. Saya begitu. Entah yang lainnya. Penjabaran rasa “takut kehilangan” ini pun menjadi banyak definisi, saat terjadi dialog dengan seorang teman. 
Kenapa harus sedih, jika ia meninggal, mungkin bisa ketemu di syurga
Bagi saya, lebih kepada egois saat kita takut kehilangan seorang kita cintai, dan itu bukan dosa. Sebuah kewajaran yang bersifat manusiawi. Memang piranti yang Allah instal dalam diri manusia, bersama sifat-sifat lainnya.
Kenapa saya katakan egois, ya karena orang yang kita cintai itu bukanlah milik kita, bukanlah milik siapapun, jiwa dan hatinya. Tak ada hak kita memiliki tanpa batas. Saya pernah mengatakan ini pada orang-orang yang saya cintai,
Jauh lebih menyakitkan saat merasa kehilangan rasa cinta, rindu, perhatian, cemburu, dari seseorang yang kita cintai, daripada kehilangan karena kematian (atau terpisah jarak). Jika kehilangan semua rasa itu, jasadnya ada tapi “tiada”, sedang kehilangan karena kematian, cintanya tetaplah ada.  Karena kata baginda nabi shalallahu alaihi wasallam, “seseorang akan bersama yg dicintai.” (HR Muslim)
Keseluruhan dari orang yang kita cintai adalah milik Sang Pencipta, dan melalui kekasihNya, dalam sabdanya, telah dijanjikan, bahwa kita akan bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Jadi cukupkan diri dengan janji tuhan, jika kita yakin bahwa cinta tak akan hadir tanpa kehendakNya, dan tak akan hilang tanpa kehendakNya pula.

Abdullah bin Masud ra., ia berkata: “Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum namun dia belum dapat bertemu dengan mereka? Rasulullah saw. menjawab: Seorang akan bersama orang yang dicintai.” (HR Muslim)

Mungkin akan ada beberapa teman yang mengatakan, “nggak sanggup..” Kunci dari setiap apa yang merasa kita miliki, kemudian terenggut dan hilang begitu saja dari “tangan” kita, adalah : IKHLAS. Bagaimanapun tak akan ada yang bisa memaksakan kehendak Yang Maha Berkendak. Ikhtiar terbaik adalah mendoakannya dengan sebaik-baik doa. Seegois apapun kita. Sesakit apapun hati kita.
Berat memang. Sulit memang. Tapi BISA. InsyaAllah.

___
Saya tulis ini disaat saya merasa takut kehilangan seseorang yang sangat saya cintai, sekaligus disaat saya merasa telah kehilangan salah seorang yang saya cintai pula. Menasehati diri.
Jakarta, 28082010/18091431 (01.21 am)

Jumat, 13 Agustus 2010

You~

A person who through all the words that you have send for me, your love, your care, especially with your sincerity, always successfully make my feelings getting stronger. How I got speechless when you sent this message,
I just said what I feel. I can’t keep it by myself. I miss your eyes, the way you look at me.. seems like I’m the only one that you love in this world
But for me, you are someone who suddenly appeared, then sending me many those things.. Came and being my little star in my every single step. Then in every second with you, I will dive with, happiness or grief. May Allah guides us to the right place, with the right way, my little sister. I love you just the way you are, because Allah SWT.

Fawatstsiqillaahumma roobithattahaa.. aamin :)

Selasa, 06 Juli 2010

Milis KCB : Baksos Panti Jompo dan Balita


Alhamdulillah.. washalatu wassalamu alaa rasulillah..


Setelah beberapa pekan mas suwandi basyir dkk dalam persiapan baksos ke Panti jompo dan Panti Balita di daerah Cipayung, akhirnya kemarin, ahad, 4 Juli 2010 terlaksana dengan tanpa hambatan yang berarti. Baksos ini terselenggara atas kerja keras beliau bersama sahabat2, mbak tien kuraisin, mbak Diyah Kusuma, dan sahabat-sahabat yang lain, terutama yang telah merelakan beberapa rupiah rizkinya untuk membeli kebutuhan pokok untuk disumbangkan ke kedua panti tersebut. Sahabat-sahabat yang tak bisa disebutkan satu persatu :) hanya doa yang teruntai mengiringi keikhlasan itu.. jazakumullahu khaira jazaa.. aamin insyaAllah..

Saya, yang kebetulan hanya pembantu umum di hari H (hehe) sekitar pukul 8.30 pagi sudah di depan Universitas Tarumanegara - Grogol, menunggu mas wandi (panggilan Suwandi Basyir) mbak diyah, dan teman-teman yang lain, untuk menuju Carefour - Tamini Mall, untuk belanja segala keperluan yang akan diberikan kepada kakek-kakek, nenek-nenek, dan adik-adik di panti yang akan kita datangi siang itu.

Alhamdulillah.. dengan total belanja hampir Rp. 5.000.000 amanah dari sahabat-sahabat telah terlaksana. Semoga segala efisiensi dan manfaat juga barokah berkelimpahan, aaamiin ya Allah. Segera kami meluncur ke lokasi panti yang telah dihubungi sebelumnya. Tanpa kesulitan yang berarti, kami disambut oleh karyawan panti dengan cukup baik, bersapa sebentar, diseling dzuhur yang menyejukkan.. Setelah itu kamipun menjenguk satu persatu kakek-kakek dan nenek-nenek yang sebagian besar sedang berehat dan bersantai di kamar mereka. Kami jenguk satu persatu dengan memberi oleh-oleh yang dengan berat hati kami katakan tak seberapa.. tapi alhamdulillah, mereka menerimanya dengan tulus T.T  Ya Rabb.. MasyaAllah.. Semoga mereka ikhlas dengan keadaan mereka sekarang.. sebagai nasehat pribadi bagi kami semua! Jadi anak yang menyejukkan, dan kelak menjadi orang tua yang menentramkan.. aamin.

Tak henti sampai disana, perut kami pun meminta dipenuhi haknya.. Laper! Tanpa banyak menunda (hmmm padahal sempet main bulu tangkis dulu :D ) Kami berjalan bersama menuju rumah makan padang di dekat Panti. Alhamdulillah... masih bisa makan..

Meski waktu masih menunjukkan sekitar pukul 2.30 siang, kami tetap melanjutkan ke panti balita, walau adik-adik kecil penghuni panti masih terlelap tidur siang :)  Sahabat-sahabat milis KCB menyerahkan kebutuhan balita yang sudah dibeli di kantor panti. Alhamdulillah.. tersampaikan.. Setelah diselingi sholat ashar, akhirnya kami menunggu waktu bermain mereka dengan santai, canda tawa sederhana, dan berfoto-foto (hmmm tetep..) di depan Musholla panti yang nyaman. Lagi-lagi, alhamdulillah. 

Yang kami lakukan di sana, berkeliling, melihat mereka bersih diri bersama perawat mereka, gemes dan terharu, hiks!  Terutama di ruang isolasi yang berisi bayi bayi mungil yang tak berdosa.. bayi yang cantik.. subahanallah.. Minum susu tanpa dekapan hangat seorang bunda karena berbagai alasan.. (jadi kangen putera, sepertinya dia sudah di adopsi krn dia tak terlihat T.T) Dan perjalanan kunjungan kami, kami akhiri dengan bermain bersama di area bermain bersama adik-adik balita dan batita!! >.<

Kesimpulan perjalanan kami adalah : Segala Puji bagi ALLAH yang telah melimpahkan nikmat yang tak terhingga itu.. berbagi nikmat adalah sebuah kenikmatan dari Allah.. bersyukur bersyukur :)

Yang pasti saya bangga dengan orang-orang ini : mas suwandi basyir, mbak tien kuraisin, mbak Diyah Kusuma  dan sahabat-sahabat saya yang telah merelakan beberapa rupiahnya untuk kakek-kakek, nenek-nenek, dan adik-adik yang ada di panti itu.. :')


Selasa, 29 Juni 2010

Rindu..

Hal apa yg paling menyakitkan hati?

Bagi saya, rasa sakit dalam relung hati yg paling menyakitkan adalah menahan rasa rindu. Resah, gelisah, perasaan sepi yg sangat, ingin teriak dn menangis sejadi-jadinya. Knp sakit,krn rindu adalah rasa akibat rasa cinta yg mndapat hambatan dlm mngungkapkannya,dlm bentuk amalan fisik. Rasa yg tertahan akibat blm bisanya mnuntaskannya dlm bentuk prjumpaan. Namun pertanyaannya, cukupkah hny dg perjumpaan? Terkadang rasa itu hadir tiba-tiba, pd saat yg tdk disangka2. Biasanya hadir saat kita sdg sendiri, sdg tdk brsm siapapun kecuali Allah. Berkali-kali saya merasakan, menahan rasa rindu yg tak kunjung hilang, pdhl berkali-kali pula yg dirindukan itu hadir, entah knp semua yg hadir, selalu saja terasa ada yg kurang. Hhh.. manusia, krn kurang syukur kah? semua yg hadir selalu ada saja yg mgk tidak sesuai harapan kah? Allah, sungguh perlu berjuang utk mnjadikanMu satu-satunya sandaran.

Imam Suyuthi mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang. Ya, mgk perjuangan ini yg mnimbulkan rasa sakit, sekaligus nikmat. Mnjaga kehormatan dn mnyembunyikan rasa rindu. Disaat kita bs saja mngungkapkan ledakan hati bernama rindu, saat brsmaan ad nasihat yg mnitahkan utk mnjaga kehormatan dn menyembunyikan rasa itu. Allah..

Bagi saya, rasa ini adalah instalan indah yg Allah berikan. Bgmnkah mbuktikan rasa cinta dsaat tdk sdg bersama yg dcintai? ya, rasa rindu. Deguban kencang rasa itu mndesak-desak keluar, namun Allah blm lah lagi mmberikan jalan dan jawaban dari rasa itu, itulah letak rasa sakitnya..

Kisah yg saya suka, sederhana, dr pngungangkapan rindu seorang umar ibn khaththab. Pada suatu malam Umar bin Khaththab teringat kepada seorang sahabatnya, dan ia terus bergumam lirih : “Mengapa malam ini terasa begitu panjang.” Maka setelah menunaikan shalat Subuh, Umar segera menemui sahabatnya itu dan memeluknya dengan erat! Subhanallah.. hanya pencinta dan perindu yang memahami perasaan umar ibn khathtab ketika itu. Mungkin pula ini adalah bntuk amalan fisik dari penggambaran rasa rindu itu. Dan rasa rindu adalah bukti kecintaan. Bohong ia mngatakan cinta, namun tak ada rasa rindu.. Namun ada satu hal yg mmg perlu kita pahami, perlu berjuang untuk kita berlapang dada, inilah mengapa menahan rasa rindu adalah salah satu hal yg menyakitkan, yakni : Tak semua orang pandai mengungkapkan rasa ini. Sehingga cukuplah rasa sakit itu ia nikmati sendiri, dikala org yg kita cintai yg sdg dirindu, salah satu orang yg mgk tak pandai membalas rasa :) brusaha mncukupkan diri dengan nasihat ini, Abdullah bin Masud ra., ia berkata: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum namun dia belum dapat bertemu dengan mereka? Rasulullah saw. menjawab: Seorang akan bersama orang yang dicintai." (HR Muslim)

Maka cukuplah Allah bagi kita..
Semoga Allah mpertemukan kita di syurga, aaamin ya Allah.


Untuk bapak, ibu, tunjung, niko, sahabat-sahabat tercinta, dan saudara/iku seiman sperjuangan.


Apa makna rindu menurutmu saudara/iku??

Pojok Jakarta
09 Mei 2010 (02.44 pm)

Minggu, 02 Mei 2010

Ukhuwah yang kering..?

Membaca judulnya mungkin membuat sebagian orang malas membacanya, seolah menunjukkan akhir dari catatan ini adalah sebuah kasus, hmm permasalahan yang klise, dan tidak jarang membuat masalah besar...

Sampai detik ini, saya masih terus merenungi episode-episode yang sudah terlewati. Ya, teman-teman lain juga pasti melewati semua episode masing-masing…namun yang merenunginya, saya hanya bisa berharap aku menjadi salah satu orang yang bisa mengambil hikmah dan menjadikannya panduan ke depan…karena, tidak semua orang yang merenungi mampu menjadikan hasil renungannya sebagai panduan episode selanjutnya..

Seorang adinda yang kukenal dengan sikapnya yang amat sangat perhatian membuatku sempat mengatainya “mama Laurent”  (tp sekarang saya menyesal sekali, dan tidak akan pernah mengatainya itu lagi).  Kenapa aku mengatainya demikian waktu itu? Ini berawal dari seringnya dia, bahkan tak terhitung lagi dia “berhasil” menebak dengan benar apa yang sedang kurasakan tanpa aku katakan, bahkan tanpa aku ekspresikan sama sekali, lucu, aneh, tapi sebenarnya ada satu kesimpulan yang baik kemudian…

“Hm aku tahu, mbak pasti lagi badmood nih!” atau, “mbak pasti lagi merasa kesepian ditengah keramaian…” atau, “mbak aku tahu, mbak pasti lagi pura-pura bahagia kan…” dan lain-lainnya…

Kesimpulan yang baik itu adalah, Allah memang telah memberikan kelebihan pada hatinya, yaitu KEPEKAAN dalam berukhuwah, ketulusan dalam berukhuwah,  Ikatan hati yang bisa jadi kita belum memintanya, namun Allah sudah menganugerahkan duluan…Sebagian dari hal penting yang harus dimiliki dalam berukhuwah.

Ada juga cerita lain dari saya, yang membuat saya menjulukinya “Bawel”  karena hampir setiap hari menyapaku dan menanyakan kemudian menyarankan hal-hal yang harus dan belum saya lakukan…yang mungkin bagi sebagian orang berlebihan, tapi mari kita ambil positifnya dan manfaatnya. Karena semua itu adalah hal baik yang perlu kita maintance hingga menjadi sebuah bagian hal penting dalam berukhuwah, PERHATIAN.

Ada satu lagi, hehe biar mewakili semua keadaan…..begini ceritanya.  Saya tidak menyebutnya bawel, apalagi mama Laurent, karena dia memang tidak pernah melakukan hal-hal seperti yang sudah aku ceritakan di atas.  Saya mendapatkan perlakuan tanpa kata, yang saya sangat mampu menyimpulkan bahwa setiap perlakuannya adalah bentuk kasih sayang dan kepahaman terhadap diri saya.  Ia hampir tidak pernah menebak-nebak seperti adindaku itu, ia juga hampir tidak pernah bawel menanyakan dan menyarankan banyak hal untukku (kecuali jika kutanya atau kupinta), tapi hal itu tidak mengurangi keyakinanku akan perasaannya padaku, karena ada sebuah ungkapan setelah sikapnya : UHIBBUKI FILLAH

Ditengah permasalahan masing-masing personal di hadapan Allah dan manusia, ukhuwah menjadi sebuah kekuatan penting. Kekuatan mahal dan berharga. Ia mampu menjadi sebuah solusi jiwa bagi jiwa-jiwa yang gelisah, resah, dan bahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang ‘jatuh’.

Aku memang tak pandai dalam berukhuwah, banyak hal yang belum aku tunaikan dalam pelajaran Hak dan kewajiban berukhuwah.  Namun, ternyata Allah Maha Penyayang dan Maha Memberi belas kasih.  Semua tiga ceritaku yang berlainan itu, merupakan pelajaran berharga dan mahal yang langsung Allah ajarkan padaku. Ya, kenapa saya sebut pelajaran yang langsung Allah ajarkan pada saya, karena semua itu saya dapatkan disaat saya (yang dengan sombongnya –huuft) belum pinta sebelumnya…

Sebuah pengajaran indah melalui orang-orang disekitarku, pengajaran tentang ukhuwah yang menyadarkan, banyaknya kekurangan dan tugas-tugas yang belum lunas, kepada orang-orang disekitarku, terutama mereka yang menyayangi, mencintai karena Allah swt.  Jika belum meminta saja Allah melimpahkan kado indah yang kita butuhkan, apalagi jika kita memintanya dengan segenap harap, prasangka baik, dan rayuan maut berupa amal shalih padaNya… Setuju kan?

“Semoga Allah memberikan kekayaan jiwa, dan ketulusan sikap, serta petunjuk-petunjukNya yang tak ternilai, dalam menapaki episode hidup kita, hingga akhir perjalanan ini adalah ridhoNya, aamin Allahumma aamin…”